Warga Terdampak Bencana Sumatra Diprioritaskan Jadi Pekerja Migran

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin.FOTO/INSTAGRAM

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan warga di daerah terdampak bencana  banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, akan diprioritaskan mendapatkan pelatihan dan ditempatkan di luar negeri sebagai pekerja migran .

Dia menjelaskan salah satu program quick win Presiden Prabowo Subianto menempatkan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia.

“300 ribu dari SMK go global, dan 200 ribu dari umum, ini akan kita prioritaskan ke daerah-daerah yang terdampak. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akan kita fasilitasi pelatihan kemudian penempatannya,” kata Mukhtarudin usai rapat di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

“Sehingga, ini bagi warga masyarakat Aceh yang terdampak dan Sumatera Utara dan juga Sumatera Barat, kami akan fasilitasi pelatihan dan penempatannya untuk bekerja di luar negeri,” imbuh dia.

Sementara itu, ia menjelaskan bagi keluarga pekerja migran yang terdampak bencana, kementeriannya bersama Kementerian Sosial akan melakukan pendampingan.

“Sedangkan rumah-rumahnya pekerja migran, keluarga yang terdampak, juga kita koordinasi dengan Satgas untuk pemulihannya, apakah relokasi atau rehab rumahnya,” ujarnya.

Utang UMKM direlaksasi
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan solusinya sudah membentuk Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dia menjelaskan Klinik UMKM Bangkit menawarkan tiga layanan utama, pertama adalah pembiayaan.

“Layanan pertama adalah layanan pembiayaan yang sekarang sudah dpiutuskan dan dirapatkan dalam rapat komite pembiayaan bahwa terkait pinjaman, pinjaman usaha, dan lain-lain misalnya UMKM di wilayah terdampak diberikan relaksasi dan nanti akan kita petakan mana-mana saja yang akan dihapuskan,” ujar Maman.

Layanan kedua adalah belanja produk lokal, dan ketiga yakni penguatan produksi.

“Kita juga sekarang sudah mulai melakukan aktivasi ataupun kerja gotong-royong membersihkan warung-warung, toko-toko, aktivasi pasar, dan lain sebagainya di seluruh daerah terdampak,” katanya.(Muh/*)