Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sebanyak 30 pemain sepak bola Pra PORA Aceh Besar mulai melaksanakan latihan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (1/5/2025) pagi.
Pelatihan dipimpin Mukhlis Nakata bersama asistennya M Hidayat dan pelatih kiper Rahmanuddin dengan memberi latihan dasar dalam permainan sepak bola. Tidak ketinggalan, Plt Ketua Umum PSAB, Mariadi ST MM bersama Manager PSAB Wahyu ‘Al-Yunirun’ ikut melihat langsung pelatihan.
Keterlibatan mereka tidak terlepas dari mandat Pemkab Aceh Besar untuk memberi tanggungjawab kepada PSAB untuk melatih para pemain Pra PORA dengan target lolos ke PORA XV di Aceh Jaya.
Selama latihan yang dimnlai pukul 07.30 WIB, para pemain melakukan pemanasan dengan lari mengitari lapangan. Dilanjutkan dengan mengolah bola dalam satu kelompok, satu pemain sebagai lawan dan lainnya memberi operan dari kaki ke kaki.
Begitu bola berhasil direbut pemain lawan, maka yang salah mengoper bola mendapat hukuman dengan berguling-guling di lapangan. Gelak tawa terlihat jelas dari para pemain yang terpilih mewakili Aceh Besar dalam ajang olahraga paling bergengsi dalam sebuah kompetisi apa pun.

Latihan perdana ini dilaksanakan dengan santai, tetapi serius, bagian dari pelatihan secara bertahap yang diterapkan Nakata seperti untuk pemain PSAB U-17 dan tim senior Liga 4 Aceh.
Sehingga, suasana latihan tampak meriah, dengan masing-masing ingin memperlihatkan kemampuannya dalam mengolah bola, seperti operan bola tanpa mengenai lapangan dari kaki ke kaki.
Begitu juga latihan untuk tiga kiper yang dipimpin Rahmanuddin dengan memperlihatkan cara memblok atau menangkap bola secara bergantian yang masih latihan dasar bagi seorang kiper.
Sedangkan pemain kembali melakukan latihan dengan melangkah zigzag, bagian dari pergerakan seorang pemain saat menghadang bola dari pemain lawan. Nakata juga ikut memperlihatkan cara yang benar, sehingga para pemain dapat mengikutinya.
Seusai istirahat minum, dilanjutkan dengan tendangan bola ke dalam gawang yang dijaga oleh tiga kiper secara bergantian dan dikawal langsung oleh Rahmanuddin.
Sebanyak 27 pemain melakukan tendangan secara bergantian yang dipimpin Hidayat. Dia memberi operan bola ke pemain di luar kotak penalti untuk ditendang ke dalam gawang.

Pada awal tendangan, banyak bola melambung di atas mistar gawang atau juga melenceng ke kiri dan kanan gawang atau juga membentur tiang gawang. Sebagian lainnya, berhasil diblok kiper, walau sejumlah tendangan juga masuk ke gawang.
Dalam latihan ini, kiper sebenarnya yang mendapat latihan langsung dari pemain yang bertugas menendang bola. Kiper harus jatuh bangun menahan tendangan bola, dan pada satu kesempatan, tendangan mendatar lepas dari genggaman kiper yang biasanya menjadi gol untuk lawan.
Seusai mendapat tendangan beberapa kali, latihan menendang bola ke gawang dan kiper mencegah bola masuk gawang, dilanjutkan dengan lari sprint 3/4 lapangan sebanyak dua kali.
Sprint atau lari cepat ini sangat dibutuhkan saat mengejar bola yang jauh dari jangkauan seorang pemain atau dalam perebutan bola yang mengucur di lapangan. Biasanya, operan panjang dari pemain lapangan tengah ke sayap atau operan dari kaki ke kaki dalam upaya membongkar pertahanan lawan.
Pada bagian akhir latihan, seluruh pemain melakukan peregangan otot dengan gembira. Semua pemain tampak senang dengan latihan perdana ini, bagian awal membentuk kebersamaan pemain yang sebagian merupakan mantan pemain PSAB U-17 yang berlaga di Piala Soeratin 2024 di Surakarta.

Sementara itu, Manajer PSAB, Wahyu mengatakan target yang dibebankan kepada pihaknya, harus lolos ke PORA Aceh Jaya 2026. Dikatakan, persiapan harus dilakukan secara matang, sehingga mampu bersaing dengan tim lainnya.
Dia menegaskan bagi para pemain yang masih ragu-ragu, maka mulai sekarang harus mundur. Ditambahkan, untuk meningkatkan stamina dan mental, maka pihaknya melibatkan TNI dengan tempat latihan akan ditentukan nantinya.
Sedangkan Mariadi ST MM meminta para pemain mengikuti latihan secara serius dengan menimba ilmu dari para pelatih yang sudah berpengalaman dalam bermain sepak bola.
Dia berharap para pemain tetap menjaga pola makanan dengan baik, sehingga fisik tetap terjaga saat latihan. “Ini yang penting, fisik harus kuat. Mental pemain juga harus ditingkatkan dengan melibatkan pihak TNI,” tambahnya.
Mariadi menegaskan jika ada keraguan, maka dapat mundur sekarang, karena masih banyak yang antre di belakang. Seperti diketahui, 411 pemain ikut seleksi sepak bola Pra Pora, sehingga jika ada yang mundur, maka dapat segera dicari penggantinya.
Ditambahkan, kesempatan ini hanya sekali saja datang, karena PORA hanya dilaksanakan empat tahun sekali. Dikatakan, dalam setiap hati pemain harus ditanamkan “Demi mu Aceh Besar” dan “Harga Diri Aceh Besar” sehingga hasil yang diraih akan optimal.

Apalagi, katanya, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, dua tim sudah dipastikan lolos PORA 2026, sehingga menyisakan 21 tim lagi. Disebutkan, Aceh Besar sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah kepada PSSI Aceh.
Mariadi menyatakan dalam setiap grup yang akan ditentukan nantinya, hanya juara dan runner-up yang lolos ke PORA 2026 dan PSAB harus berada di dalamnya, sehingga lolos ke PORA.
Hal lainnya, tentang kedisplinan pemain dalam melaksanakan latihan dan bagi pemain yang tiga kali tidak hadir latihan, maka akan dianggap gugur, apalagi dengan alasan tidak jelas.
Sehingga, jika ada sesuatu hal yang mungkin ada kendala, maka harus diberitahu kepada pelatih, sehingga dapat diambil solusi secepatnya. Satu hal yang sangat diharapkannya, para pemain harus memiliki mental baja, seperti pemain Papua, sehingga saat bertanding tidak ada istilah kata menyerah.
Seusai bersalam-salaman dengan pelatih, Plt Ketua Umum dan manajer, para pemain membubarkan diri dengan hati gembira ke rumah masing-masing. Bahkan, mereka saling canda tawa saat bersiap pulang sekitar pukul 10.00 pagi, pertanda kehadiran mereka telah diterima untuk membela Aceh Besar.(Muh)






