Kabarnanggroe.com, LHOKSEUMAWE – Tangis haru pecah saat Adnan M Adam (42) menerima kunci rumah baru dari Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal. Rumah tersebut merupakan bagian dari program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-122 yang diinisiasi oleh Kodim 0103 Aceh Utara. Adnan, yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, selama ini hanya bisa bermimpi memiliki rumah layak huni untuk tempat perlindungannya bersama kelima anaknya.
Mengenakan baju batik coklat dan celana hitam, Adnan terisak saat memeluk Panglima Niko. “Terima kasih banyak, Panglima,” ucapnya, tak kuasa menahan haru. Selama bertahun-tahun, ia menempati rumah tidak layak huni dengan atap rumbia dan dinding kayu yang rapuh. Setiap kali hujan, air merembes masuk hingga ke ruang tamu dan kamar tidur mereka.

Adnan, yang telah kehilangan istrinya dua tahun lalu, kini menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Dengan penghasilan yang tidak menentu antara Rp 40 ribu hingga Rp 80 ribu per hari, ia nyaris putus asa untuk memperbaiki kondisi hidupnya. Namun berkat program TMMD, kini ia dan keluarganya memiliki rumah baru yang nyaman dan kokoh.
Berkah bagi Desa Paloh Punti dan Sekitarnya
Selain membantu keluarga Adnan, program TMMD ke-122 juga membawa perubahan besar bagi warga Desa Paloh Punti. Salah satu proyek utama adalah pembukaan jalan sepanjang 2.000 meter yang menghubungkan Desa Paloh Punti dengan Desa Cot Trieng. Jalan ini membuka bagi akses warga untuk mengangkut hasil panen dan memperpendek perjalanan menuju desa-desa tetangga.

Program TMMD juga meliputi pemasangan gorong-gorong di dua titik, penanaman 200 pohon mahoni, pembangunan sumur bor di tiga titik, serta penanaman ubi kayu sebagai upaya ketahanan pangan. Selain proyek fisik, TMMD juga menyediakan kegiatan non-fisik seperti penyuluhan tentang kewaspadaan nasional, hukum dan keamanan, kesehatan ibu dan anak, stunting, dan penyuluhan bahaya narkoba.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, A Hanan, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi TNI dalam membangun daerah melalui TMMD. Ia menyatakan bahwa program ini menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat setempat.
Tema TMMD ke-122, yaitu “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan dan Pembangunan di Wilayah,” dinilai oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, sebagai penghubung kolaborasi berbagai pihak demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. “Tatkala kita ingin damai, maka kita bersiap untuk perang,” ucapnya, menggarisbawahi pentingnya sinergi antar komponen bangsa.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Kav Makhyar, turut berharap kehadiran TNI melalui program TMMD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Sesuai dengan moto Arah Pangdam, sebaik-baik manusia adalah bisa bermanfaat bagi orang banyak,” imbuhnya.
Dengan semangat kebersamaan, program TMMD ke-122 tidak hanya mengubah nasib satu keluarga, tetapi juga menghadirkan berbagai manfaat bagi seluruh masyarakat desa yang dilayani.(*)






