Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Tiga pewushu Aceh melaju ke laga final untuk meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumatera Utara.
Petarung Aceh itu tampil ke laga final setelah sukses menundukkan lawan-lawanya di semi final yang berlangsung di GOR Dispora Sumatera Utara, Medan, Minggu (15/09/2024).
“Alhamdulillah, mereka telah membuktikan tekad untuk meraih yang terbaik dengan semangat luar biasa dan bahkan nyaris berdarah-darah. Terimakasih untuk perjuangan yang justru melebihi ekspektasi,” kata ketua Pengprov Wushu Aceh, Kenedi Husen kepada wartawan usai pertandingan semi final.
Disebutkan, usaha yang dilakukan oleh petarung Aceh itu terhitung bagai melewati batu cadas, karena rivalnya atlet nasional yang telah malang melintang di Kejuaraan nasional (Kejurnas).
Kegigihan, semangat juang dan daya tahan stamina yang lebih, membuat tiga petarung Aceh itu mampu mengalahkan lawan lawannya.
Kemenangan atlet Aceh, diawali kategori putri, setelah Nofriza Reihanda mengalahkan Diana dari Jawa Barat di kelas 48 Kilogram. Di final Nofriza akan menjajal Bayu Feni dari Jawa Tengah.
Lalu, Chairil Walidin menaklukkan pewushu Jakarta, Riki Aditya dengan skor 2 – 1 dalam tarung yang berlangsung selama tiga ronde.
Pada laga di ronde ketiga, lima wasit secara mutlak memenangkan Chairil Pada babak final besok, Chairil yang di final atlet Aceh ini ditantang petarung tuan rumah, F Sinaga.
Kemenangan ketiga Aceh diraih dari kelas 70 Kg putra, melalui Rahmat Dwi Kurniawan yang menang atas Handi Supriyanto dari Sulawesi Utara.
Di pertandingan itu, dewan juri menutup babak pertama untuk kemenangan Rahmat setelah dua kali membuat lawannya keluar ring.
Pada babak kedua, Rahmat sempat mengendurkan tekanan, hingga Handi mampu tampil lebih menggigit.
Namun Rahmat bangkit di paruh waktu ronde ke dua, hingga balik membuat petarung Sulut itu kewalahan. Dewan hakim secara mutlak memenangkan Rahmat dalam laga semifinal yang nyaris tak berimbang itu.
Rahmat juga aka berhadapan dengan wakil tuan rumah Sumut, Harry Brahmana yang mngalahkan M Subeki di patai semifinal lainnya.
Ketua Pengprov Wushu Kenedi Husen tampak menyambut anak asuhnya dengan pelukan hangat sejenak meninggalkan ring.
Ia meminta Rahmad dkk untuk terus berusaha menjadi yang terbaik. “Klimaks kita adalah di partai final yang telah kita capai dengan susah payah. Kita telah melangkah jauh, tak ada kata gentar untuk memberikan yang terbaik bagi Aceh,” tandas Kenedi.
Secara terbuka kepada awak media, Kenedi mengatakan, hasil itu adalah buah dari usaha panjang yang dilakukan selama ini, termasuk pemusatan latihan hingga berlatih keluar negeri sekalipun. “Dan kini para atlet telah membuktikan usaha keras mereka,” sebut Kenedi.
Sementara itu Ketum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak yang dihubungi secara terpisah, memberikan apresiasi dan terimakasih atas keberhasilan wushu menempatkan tiga finalis.
“Tentu ini hasil yang membanggakan, kita berharap agar hasil terbaik kita raih di babak final. Mari kita doakan agar anak anak Aceh sukses dalam laga final dan mempersembahkan emas untuk Aceh. Dan ini menjadi modal tersendiri dalam upaya Aceh meraih status lima besar dalam PON XXI,” ujar Abu Razak. (Adv)






