Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), sekaligus Dosen Prodi Seni Tari Jurusan Seni Pertunjukan di ISBI Aceh, Sabri Gusmail SSn MSn tidak hanya menghadiri obrolan santai bersama para peserta Kemah Seniman IV, di Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho Aceh Besar. Namun Ia juga membahas secara mendalam mengenai pentingnya tari tradisi serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mengadaptasi ke zaman modern.
Sabri Gusmail menjelaskan secara detail mengenai nilai dan keindahan yang terkandung dalam tari tradisi. “Tari tradisi adalah warisan budaya yang kaya akan makna dan sejarah. Melalui tarian ini, kita dapat mempertahankan identitas dan nilai-nilai leluhur kita,” ujarnya, Sabtu (23/12/2023).
Selain itu, Gusmail juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam melestarikan tari tradisi di tengah arus perkembangan zaman. “Perkembangan teknologi dan gaya hidup modern menjadi tantangan besar bagi pelestarian tari tradisi. Namun, dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mengemasnya secara kreatif agar relevan dan tetap menginspirasi generasi masa kini,” tambahnya.

FOTO/ WAHYU DESMI
Diskusi yang berlangsung dalam suasana yang hangat dan akrab ini berhasil menarik perhatian peserta Kemah Seniman IV. Mereka aktif bertanya dan berbagi pandangan terkait bagaimana tari tradisi bisa tetap hidup dan berkembang di era yang terus berubah.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai kalangan seniman dan penggiat budaya yang berkomitmen untuk melestarikan kekayaan budaya lokal. Bahkan, Ketua DKA Provinsi Aceh Teuku Afifuddin MSn dan Ketua DKA Aceh Besar Mariadi ST MM, turut hadir di antara para peserta lainnya.
Mereka berharap, diskusi semacam ini dapat memberi inspirasi dan dorongan bagi generasi muda untuk tetap mencintai serta melestarikan warisan budaya leluhur.
Kemah Seniman IV di Jantho Sport City (JSC) telah menciptakan ruang yang ideal bagi para tokoh seni seperti Sabri Gusmail untuk berbagi pemikiran dan pengetahuan, serta merangsang diskusi yang produktif dalam upaya memelihara kekayaan budaya bangsa.
Dengan semangat yang membara, diskusi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam usaha mempertahankan keberagaman budaya Indonesia, khususnya dalam melestarikan seni tari tradisional di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.(WD)






