Kabarnanggroe.com, Sabang – Bunda PAUD Kota Sabang, Nuri Farisal, bersama Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam meninjau aktivitas pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Sabang, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada perhatian terhadap kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, sekaligus menyerap aspirasi tenaga pendidik terkait pendampingan dan fasilitas pembelajaran.
Dalam kunjungan itu, Nuri Farisal dan Zulkifli H. Adam berinteraksi langsung dengan para siswa serta melihat hasil pembelajaran, mulai dari hafalan ayat-ayat pendek hingga karya seni. Rombongan juga berdialog dengan kepala sekolah dan para guru mengenai kondisi serta tantangan dalam memberikan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Pada kesempatan itu, Nuri Farisal mengatakan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, aman, dan menyenangkan. Karena itu, anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian serta pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan tempat belajar, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang ramah dan mendukung setiap anak untuk berkembang. Mereka memiliki bakat dan keunikan masing-masing sehingga harus diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya,” ujar Nuri.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang selama ini mendampingi siswa dengan beragam kebutuhan. Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran, perhatian, dan kemampuan khusus agar proses pembelajaran berjalan optimal.
Dalam dialog tersebut, persoalan rasio guru dan siswa menjadi salah satu perhatian. Nuri menyebutkan, idealnya lima siswa SLB didampingi satu guru, sedangkan siswa dengan kategori autisme membutuhkan pendampingan khusus dengan rasio satu guru untuk satu siswa.
Saat ini, SLB jenjang sekolah dasar di Kota Sabang memiliki 30 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa merupakan anak dengan kategori autisme. Sementara tenaga pendidik yang tersedia sebanyak 13 guru dan dua tenaga pendidik lainnya.
Selain menyerap aspirasi guru terkait kebutuhan tenaga pendidik, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Nuri turut memberikan bingkisan kepada para siswa sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.(Aldi/*)






