Kabarnanggroe.com, Subulussalam – Proses penjaringan peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Subulussalam resmi ditutup untuk tingkat SMP dan SMA.
Langkah penjaringan yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrim desil 1 dan 2.
Dari hasil proses seleksi administrasi dan verifikasi tersebut, kuota yang disediakan untuk jenjang SMP sebanyak 90 siswa dan tingkat SMA sebanyak 90 siswa dipastikan telah terpenuhi sepenuhnya.
Tingginya respons masyarakat terhadap keberadaan sekolah gratis ini menjadi pemicu cepat terisinya daya tampung yang disediakan pihak penyelenggara.
Ketua Tim (Katim) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial wilayah Subulussalam, Mawardi, membenarkan besarnya animo warga setempat.
“Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat sangat tinggi. Akibatnya, kuota maksimal yang disediakan untuk jenjang pendidikan menengah pertama dan atas langsung terpenuhi dalam waktu singkat,” ujar Mawardi, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan data rekapitulasi akhir yang masuk ke kantong panitia, total pendaftar untuk jenjang SMP bahkan sempat melonjak.
Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Hingga saat ini untuk tingkat SD dilaporkan masih belum memenuhi target yang ditentukan.
“Untuk saat ini siswa SD yang terjaring 83 orang, dan kekurangannya ada sekitar 7,” tambahnya.
Setelah tahapan penjaringan jenjang menengah rampung, para siswa baru jenjang SMP dan SMA dijadwalkan mulai masuk untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, pihak penyelenggara kini berfokus mengoptimalkan sisa waktu yang ada untuk merampungkan keterisian kuota tingkat SD.(Muh/*)






