Ribuan Tentara Penerjun Payung AS Tiba di Timteng, Siap Serbu Iran

Ilustrasi. Pasukan penerjun payung AS. (REUTERS/US AIR FORCE)

Kabarnanggroe.com,  Jakarta – Ribuan tentara penerjun payung elite Amerika Serikat mulai tiba di Timur Tengah, di tengah meningkatnya konflik dengan Iran.

Reuters sebelumnya melaporkan pada Rabu (18/3/2026) bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan pengiriman ribuan tambahan pasukan ke Timur Tengah.

Langkah itu dinilai dapat memperluas opsi militer, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan di dalam wilayah Iran.

Pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 itu menambah ribuan personel Angkatan Laut, Marinir, dan pasukan Operasi Khusus yang telah lebih dulu dikerahkan. Sekitar 2.500 Marinir juga tiba di Timur Tengah selama akhir pekan.

Para pejabat mengatakan belum ada keputusan untuk mengirim pasukan ke Iran, tetapi pengerahan ini bertujuan meningkatkan kesiapan bagi kemungkinan operasi di kawasan pada masa mendatang.

Pasukan itu dapat digunakan untuk berbagai misi dalam konflik Iran, termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg yang menjadi pusat sekitar 90% ekspor minyak Iran.

Operasi itu dinilai berisiko tinggi karena pulau itu berada dalam jangkauan rudal dan drone Iran.

Reuters juga melaporkan bahwa pemerintahan Trump membahas opsi penggunaan pasukan darat untuk mengamankan jalur tanker minyak di Selat Hormuz.

Trump menyatakan AS sedang melakukan pembicaraan untuk mengakhiri perang, namun memperingatkan Teheran agar membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap fasilitas energi.

Sejak operasi dimulai pada 28 Februari, AS telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 11.000 target.(**)