Jemaah Haji Aceh Asal Aceh Besar Wafat di Makkah Setelah Menjalani Perawatan Intensif di RS King Abdul Aziz

Kabarnanggroe.com, Makkah –– Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Kloter BTJ-02, Mahdi bin Muhammad Sufi (60), wafat di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, pada Rabu, 3 Juni 2026 pukul 09.46 Waktu Arab Saudi (WAS).

Ketua Kloter BtJ 02, H Khairul Huda memgatakan bahwa Almarhum yang menempati seat nomor 11 dan berangkat haji bersama istrinya Zuhra berasal dari Dusun Lampaseh Li Eue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Ia menyampaikan bahwa sebelum jatuh sakit almarhum telah menyelesaikan rangkaian umrah wajib.

“Sebelum sakit, almarhum sudah melaksanakan umrah wajib dan merujuk Surat PPIH Arab Saudi Kementerian Haji dan Umrah, nomor DK-73.02/MK/05/2026 hajinya dibadalkan oleh pelaksana yang ditunjuk Oleh PPIH,” ujarnya

Dokter Kloter BTJ-02, dr. Balqis Susianty, menjelaskan bahwa almarhum mulai mengalami gangguan kesehatan pada 20 Mei 2026.

“Jemaah atas nama Mahdi Muhammad Sufi mengeluhkan lemas, nafsu makan menurun disertai muntah. Setelah mendapatkan penanganan medis di tingkat kloter, keluhan belum berkurang sehingga pada 21 Mei 2026 dirujuk ke KKHI Makkah,” ujar dr. Balqis.

Keesokan, Mahdi mengalami sesak napas berat sehingga dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Pada 24 Mei 2026 beliau mengalami penurunan kesadaran dan sejak saat itu terus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Abdul Aziz hingga akhirnya wafat pada 3 Juni 2026 pukul 09.46 WAS,” katanya.

Berdasarkan diagnosis medis, almarhum meninggal akibat Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis.

Hingga 3 Juni 2026, tercatat tujuh jemaah haji Aceh yang wafat di Tanah Suci, yakni Mahdi Muhammad Sufi (Kloter BTJ-02) asal Aceh Besar, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (Kloter BTJ-10) asal Pidie, Sulasry Abdul Gani (Kloter BTJ-05) asal Bireuen, Aminah Ahmad (Kloter BTJ-13) asal Pidie Jaya, Siti Salmijah (Kloter BTJ-13) asal Pidie Jaya, Maimunah Yusuf Ali (Kloter BTJ-13) asal Aceh Tamiang, dan Nurwaida Muhammad Yusuf (Kloter BTJ-08) asal Bireuen.(Herman/Amwar Citra Barat)