Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) SINFRA–SENYAR yang dilaksanakan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala menegaskan pentingnya pemanfaatan data kebencanaan terintegrasi berbasis WebGIS dalam mendukung penanganan bencana secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi, rekonstruksi, dan pemulihan jangka panjang di Aceh.
Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen ditetapkan sebagai lokasi pilot project karena tingginya dampak bencana, kemudahan akses lapangan, serta kebutuhan pemerintah daerah terhadap sistem informasi kebencanaan yang akurat, terpadu, dan mudah dioperasionalkan untuk perencanaan pemulihan.
Melalui pendekatan percontohan tersebut, tim PkM SINFRA–SENYAR melakukan kaji cepat lapangan untuk menghimpun data sebaran banjir, ketinggian genangan, endapan sedimen, tingkat kerusakan infrastruktur bangunan dan jalan, dampak ekonomi masyarakat, serta kondisi kelompok rentan. Seluruh data tersebut dianalisis secara spasial dan diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Geografis berbasis web (WebGIS) SINFRA–SENYAR.
Ketua tim pelaksana PkM SINFRA–SENYAR, Prof. Dr. Ir. Ella Meilianda, ST, MT, IPU, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan dasar data yang kuat dan terintegrasi.
“Pemulihan pascabencana tidak bisa lagi mengandalkan data parsial dan manual. WebGIS memungkinkan seluruh informasi dampak bencana dipetakan secara terpadu, diperbarui secara berkala, serta menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
WebGIS SINFRA–SENYAR menyajikan peta tematik interaktif yang memudahkan pemerintah daerah mengidentifikasi wilayah terdampak paling parah, kondisi infrastruktur rusak, serta area prioritas penanganan. Sistem ini menjadi landasan penting dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis data.
Menurut Prof. Ella, penerapan di Pidie Jaya dan Bireuen merupakan tahap awal. Ke depan, pendekatan serupa diharapkan dapat direplikasi di wilayah terdampak lainnya di Aceh agar pemerintah daerah memiliki sistem pendukung keputusan yang konsisten dan berkelanjutan.

Kegiatan PkM SINFRA–SENYAR merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Senyar yang diselenggarakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi sebagai bentuk dukungan akademik dan teknis dalam respons cepat serta pemulihan awal wilayah terdampak.
Tim pelaksana terdiri dari dosen senior, dosen muda, serta mahasiswa doktoral lintas disiplin. Dari aspek teknis, Dedy Alfian, ST, Dipl. Geohazards, M.Sc terlibat dalam pemodelan hidro-spasial banjir, Fitri Zaitun Nurnalisa, ST, MT pada kajian hidro-morfologi sungai, serta Dr. Ir. Yunita Idris, ST, M.Eng.Structure, Ir. Zahra Amalia, ST, M.Eng, dan Adrian Ulza, ST, M.Sc pada kajian kerentanan bangunan. Kajian jalan dan jembatan dilakukan oleh Ir. Juliana Fisaini, ST, MT, sementara aspek sosial ekonomi dan GEDSI dikaji oleh Sophia Imari, SE, MM. Sementara pengembangan sistem WebGIS dilakukan oleh Ardiansyah, BSEE, M.Sc.
Selain mendukung tanggap darurat dan pemulihan awal, WebGIS SINFRA–SENYAR juga dirancang sebagai basis pemulihan jangka panjang dan pengurangan risiko bencana. Data terintegrasi yang terus diperbarui memungkinkan pemantauan progres pemulihan sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Secara umum, kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11, SDG 9, SDG 13, serta SDG 5 dan SDG 10 melalui integrasi perspektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam pemulihan pascabencana.
Dengan pendekatan berbasis sains, teknologi, dan kolaborasi multidisipliner, SINFRA–SENYAR diharapkan menjadi model pengelolaan kebencanaan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan di Aceh maupun Indonesia.(Wahyu/*)






