Daerah  

Pj Bupati Aceh Besar: Operasi Gas 3 Kg Upaya Ringankan Beban Masyarakat

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menyerahkan gas Elpiji 3 Kilogram bersubsidi pada saat pergelaran operasi pasar murah terakhir yang digelar Halaman Meunasah Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (30/08/2023) FOTO/ MAMAD

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Operasi gas elpiji 3 Kg yang dilaksanakan oleh Pemkab Aceh Besar, merupakan upaya Pj Bupati Aceh Besar, Muhamamd Iswanto, SSTP, MM, meringankan beban masyarakat ditengah badai inflasi yang terjadi saat ini, upaya ini juga sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat agar terus meningkat, sehingga ekonomi daerah tetap stabil.

Mengenai operasi gas elpiji 3 kg tepat sasaran, Muhammad Iswanto mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina Regional Wilayah Aceh dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) yang telah membantu Kabupaten Aceh Besar secara maksimal selama satu bulan ini.

“Karena, selama ini cukup besar kontribusi Pertamina dan Hiswana Migas Aceh dalam hal membantu Kabupaten Aceh Besar terkait gas elpiji 3 Kg, sehingga selama satu bulan, masyarakat kurang mampu di Aceh Besar bisa mendapatkan harga gas elpiji dengan harga subsidi,” ungkap Muhammad Iswanto.

Warga Gampong Lam Hasan sedang mengantri untuk membeli gas elpiji 3 kilogram bersubsidi yang digelar oleh Pemkab Aceh Besar bekerja sama bekerja sama dengan PT. Pertamina Regional Aceh di Halaman Meunasah Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (30/08/2023) FOTO/ MAMAD

Menurutnya, persoalan kelangkaan barang, disparitas harga, dan fluktuasi harga komoditas bahan pokok menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh Besar. Disparitas harga terjadi karena adanya perbedaan harga yang sangat signifikan atas suatu harga komoditas bahan pokok tertentu antar daerah. Disparitas harga akan memberikan efek ketidakadilan dalam kemakmuran antar daerah.

“Masalahnya, harga gas elpiji 3kg ini dikedai-kedai kelontong itu sangat mahal, dan disetiap daerah berbeda-beda harganya, karena itulah, ini menjadi langkah mencegah terjadinya disparitas harga,” terangnya.

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto didampingi Kadis Pangan Fuadi Akhmad dan Camat Peukan Bada Ibnu SSos menyerahkan secara simbolis sembako pada pergelaran pasar murah terakhir yang berlangsung di Halaman Meunasah Gampong Lam Hasan Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (30/08/2023). FOTO/ MAMAD

Ia mengatakan, dalam setiap operasi gas yang dilaksanakan, masyarakat selalu mengeluh tentang tingginya harga gas 3 kg dipasaran, sedangkan dalam pasar murah ini, masyarakat membeli sesuai dengan Harga Eceran Terakhir (HET) yakni 18 ribu rupiah.

“Memang jumlah yang kita sediakan terbatas, sesuai dengan kuota yang disediakan oleh pihak pangkalan, biasanya setiap operasi gas itu jumlahnya sekitar 280 tabung hingga 500 tabung tergantung jumlah warga, namun yang paling penting adalah, operasi ini dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu, agar subsidi pemerintah untuk gas ini tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Pemkab Aceh Besar terus akan berupaya melaksanakan program penanganan inflasi sebaik mungkin, sehingga ekonomi masyarakat terus membaik dan normal.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan saat ini memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan di Aceh Besar, karena saat ini trend kemiskinan di Aceh sedang turun, dan ekonomi masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.(DJ/*)