PKM Air Bersih dan Sanitasi USK Rampungkan Pembersihan 505 Sumur di Pidie Jaya dan Bireuen

Tim program PKM Air Bersih dan Sanitasi USK foto bersama masyarakat usai menyelesaikan pembersihan sumur masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor Aceh, di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (27/12/2025), FOTO/ HUMAS USK

Kabarnanggroe.com, Bireuen — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Syiah Kuala (USK) di bidang Peningkatan Kualitas Sanitasi dan Akses Air Bersih secara resmi menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan lapangan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Penuntasan kegiatan ini ditandai dengan laporan harian terakhir Tim Bersih Sumur di Kabupaten Bireuen, Sabtu (27/12/2025), yang sekaligus menjadi penutup operasional lapangan program PKM Air Bersih dan Sanitasi USK dalam respons kebencanaan Satgas USK.

Pada hari terakhir pelaksanaan di Bireuen, tim menyelesaikan pembersihan sumur di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Desa Pante Gajah di Kecamatan Peusangan, Desa Bada Timu di Kecamatan Jangka, serta Desa Dayah Mesjid dan Desa Kulu di Kecamatan Kuta Blang. Sebanyak delapan sumur berhasil dibersihkan dengan mengoperasikan lima unit mesin, dan seluruh anggota tim dilaporkan dalam kondisi sehat dengan peralatan berfungsi baik.

Secara kumulatif, capaian program PKM Air Bersih dan Sanitasi USK mencatat pembersihan 284 sumur di Kabupaten Pidie Jaya dan 215 sumur di Kabupaten Bireuen. Selain itu, terdapat enam sumur tambahan di Kecamatan Peusangan Selatan yang dibersihkan melalui swadaya masyarakat.

“Dengan demikian, total capaian akhir pembersihan sumur mencapai 505 sumur, disertai pemasangan lima unit filter air bersih untuk mendukung ketersediaan air layak konsumsi bagi masyarakat terdampak bencana,” sebut Prof Akhyar, Koordinator Tim PKM Air Bersih dan Sanitasi USK, di Bireuen, Sabtu (27/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa seluruh tim telah ditarik dari lapangan setelah memastikan seluruh target kegiatan tercapai dan kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi.

“Alhamdulillah, kegiatan PKM Air Bersih dan Sanitasi di Pidie Jaya dan Bireuen telah kami selesaikan. Total capaian pembersihan sumur mencapai 505 sumur, ditambah pemasangan lima filter air bersih. Seluruh tim sudah kami tarik dari lapangan, dan aktivitas lapangan PKM ini resmi berakhir,” ujar Prof. Akhyar.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan pascabencana melalui penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Tim program PKM Air Bersih dan Sanitasi USK sedang lakukan pembersihan sumur masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor Aceh, di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (27/12/2025), FOTO/ HUMAS USK

“Program ini tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi pada dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar air bersih dapat kembali diakses secara aman dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Kegiatan PKM Air Bersih dan Sanitasi ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala yang dilaksanakan di bidang Peningkatan Kualitas Sanitasi dan Akses Air Bersih, serta didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini dilaksanakan secara terkoordinasi dalam kerangka respons kebencanaan Satgas USK dengan melibatkan dosen, tenaga teknis, dan relawan lapangan lintas disiplin.

Melalui pelaksanaan program ini, Universitas Syiah Kuala menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang hadir secara nyata dalam situasi darurat dan pemulihan bencana, sekaligus berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat terdampak.

Kegiatan pelatihan PFA dan kesiapsiagaan bencana ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program PKM ini diketuai oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, dengan judul “Program SAHABAT: Pendidikan Darurat, Kesiapsiagaan, Pendampingan Psikososial, dan Logistik Bergizi bagi Anak di Wilayah Terdampak Siklon Tropis Senyar Tahun 2025 di Provinsi Aceh.”

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK.
Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK.Call Center: 0851-2229-6004.(Tamam/*)