Perempuan Bergerak untuk Pemulihan Bencana Aceh, Aisyiyah: Mereka Kuat, Tapi Tetap Harus Didukung

Aksi kemanusiaan relawan Aisyiyah Aceh yang turut menyampaikan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir longsor di Aceh. FOTO/Dok. PWA Aceh

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh –  Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada bulan November 2025 meninggalkan permasalahan yang jauh lebih panjang dari sekedar kerusakan rumah dan lingkungan.

Ketika air surut dan akses terbuka, masyarakat masih harus menghadapi kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, sarana pendidikan, hingga rasa aman yang ikut terguncang.

Dalam situasi tersebut, perempuan , dan anak menjadi kelompok yang memiliki kebutuhan khusus. Keterbatasan udara bersih, pakaian, makanan, penerangan, hingga akses terhadap fasilitas kesehatan membuat perempuan harus menghadapi beban berlapis.

Di saat yang sama, anak-anak kehilangan ruang belajar dan bermain, sementara sebagian dari mereka mengalami trauma akibat bencana.

Kondisi itu mendorong Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PW Aisyiyah) Aceh, Rabu (28/10/2026) untuk terus bergerak.

Sebagai organisasi perempuan yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Aisyiyah menyalurkan berbagai bantuan ke sejumlah wilayah terdampak, mulai dari perlengkapan dapur , bantuan tunai, paket ibadah dan kebersihan, hingga perlengkapan pelajar untuk anak-anak.

Gerakan tersebut tidak berhenti pada distribusi bantuan.

Relawan Aisyiyah juga turun membersihkan rumah dan lingkungan warga, membersihkan sumur, mendukung keberlangsungan pendidikan melalui kelas belajar darurat, menyediakan layanan kesehatan, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi.

Bagi Ashraf, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh, pemulihan setelah bencana harus dipandang sebagai proses panjang yang membutuhkan kolaborasi dan pendampingan, terutama bagi perempuan dan anak.(Muh/*)