Polres Pidie Jaya Gagalkan Pengangkutan Ilegal 290 Liter Solar Subsidi

Terduga pelaku penyalahgunaan pengangkutan diduga ilegal BBM subsidi jenis solar bersama barang bukti di Pidie Jaya, Aceh, Senin (26/10/2026). FOTO/ ANTARA/HO-Dok Polres Pidie Jaya

Kabarnanggroe.com, Meureudu – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, menggagalkan pengangkutan ilegal bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar dengan jumlah mencapai sebanyak 290 liter.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya AKP Saiful Kamal di Pidie Jaya, Senin (26/10/2026) mengatakan pihaknya juga menangkap seorang pria berinisial MI (24), warga Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang diduga membawa bahan bakar minyak subsidi tersebut.

“Pengungkapan dugaan penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak subsidi tersebut berlangsung kawasan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, pada Minggu (25/10/2026) dini hari,” katanya.

Perwira pertama Polres Pidie Jaya itu mengatakan pengungkapan dugaan penyalahgunaan bahan bakar subsidi tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Informasi tersebut, kata dia, menyebutkan ada sebuah mobil boks diduga mengangkut solar dari sebuah SPBU di kawasan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Dari informasi tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya mengerahkan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) dan Unit Opsnal menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan, tim mencurigai sebuah mobil boks keluar dari SPBU.

“Tim sempat mengikuti mobil boks tersebut hingga akhir ditemukan berhenti di sebuah gudang bekas usaha mebel. Kemudian, petugas mengamankan terduga pelaku dan memeriksa mobil tersebut,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Saiful Kamal, petugas menemukan berupa satu drum berisi 220 liter solar dan dua jeriken masing-masing berisi 35 liter solar.

Serta tiga drum kapasitas masing-masing 220 liter dalam keadaan kosong dan satu pompa minyak beserta selang sepanjang mencapai tiga meter.

“Saat ini, terduga pelaku bersama barang bukti termasuk satu unit mobil boks diamankan di Mapolres Pidie Jaya guna penyidikan lebih lanjut. Penyidik terus berupaya mengungkap para pihak diduga terlibat penyalahgunaan bahan bakar minyak tersebut,” kata Saiful Kamal.(Muh/*)