Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syeh Muharram berharap keberadaan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang tidak hanya menjadi pintu keluar-masuk penumpang, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Aceh Besar.
Harapan tersebut disampaikan Muharram saat menerima audiensi General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Rahmat Adil Indrawan, beserta jajaran manajemen InJourney Airports di Aula Dinas PUPR Kabupaten Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (26/8/2026).
Syeh Muharram menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas silaturahmi jajaran manajemen Bandara SIM dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Bupati menilai posisi bandara yang berada di wilayah Aceh Besar merupakan peluang besar bagi daerah untuk memperkenalkan potensi wisata, sejarah, kuliner hingga produk UMKM.
“Kami menyambut baik kehadiran Pak GM beserta jajaran manajemen Bandara SIM. Kami merasa bangga karena bandara terbesar di Aceh berada di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Ini merupakan peluang yang harus kita manfaatkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Muharram.
Menurut Syeh Muharram, Aceh Besar memiliki kekayaan potensi yang sangat besar, baik dari sisi geografis, sejarah, pariwisata maupun ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan promosi yang lebih luas agar semakin dikenal oleh masyarakat dari luar daerah.
“Aceh Besar sebenarnya memiliki banyak potensi. Ada wisata, sejarah, kuliner, UMKM dan berbagai potensi lainnya. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut kita promosikan secara lebih luas. Kami berharap Bandara SIM dapat menjadi salah satu tempat untuk memperkenalkan Aceh Besar,” katanya.
Syeh Muharram berharap sinergi dengan manajemen bandara dapat membuka ruang promosi bagi produk dan destinasi wisata Aceh Besar. Menurutnya, setiap penumpang yang tiba di Bandara SIM merupakan calon wisatawan maupun konsumen yang perlu dikenalkan dengan potensi daerah.
“Kami ingin keberadaan Bandara SIM memberi manfaat nyata bagi Aceh Besar. Jangan sampai orang datang melalui bandara ini hanya untuk transit, kemudian langsung menuju kabupaten atau kota lain. Kalau potensi Aceh Besar bisa diperkenalkan sejak mereka tiba di bandara, tentu akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain promosi, Bupati juga menyinggung kontribusi ekonomi dari berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan Bandara SIM. Syeh Muharram berharap pengelolaan sektor usaha seperti parkir, restoran dan aktivitas ekonomi lainnya dapat memberikan kontribusi kepada daerah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Berbagai aktivitas ekonomi yang ada di kawasan bandara tentu memiliki nilai ekonomi. Kami berharap kontribusinya kepada daerah dapat berjalan sesuai regulasi. Dengan begitu, keberadaan bandara bukan hanya memberikan manfaat dari sisi transportasi, tetapi juga ikut mendukung pembangunan dan perekonomian Aceh Besar,” kata Syeh Muharram.
Bupati Muharram juga berharap manajemen Bandara SIM dapat mengupayakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Bandara SIM menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Bupati menyebut kebutuhan masyarakat terhadap akses penerbangan ke Medan cukup tinggi, terutama untuk keperluan pekerjaan, bisnis dan aktivitas lainnya.
“Kami berharap ada rute penerbangan langsung dari Bandara SIM ke Kualanamu. Minat masyarakat cukup tinggi, terutama untuk keperluan pekerjaan dan bisnis. Kalau rute ini tersedia, tentu akan sangat membantu masyarakat Aceh Besar dan daerah sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas sambutan dan kesempatan untuk melakukan audiensi. Menurutnya, komunikasi antara pengelola bandara dan pemerintah daerah penting untuk membangun sinergi yang lebih baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang telah menerima kami dengan sangat baik. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi dan melihat peluang kerja sama yang bisa kita lakukan bersama ke depan,” ujar Rahmat.
Terkait kontribusi pendapatan dari aktivitas di Bandara SIM, Rahmat menjelaskan bahwa seluruh pengelolaan dan kewajiban yang berkaitan dengan kegiatan bandara dilaksanakan berdasarkan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendapatan dan kewajiban bandara, semuanya kami jalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kami tentu akan terus memastikan pengelolaan berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Sementara mengenai promosi potensi daerah, Rahmat mengatakan pihaknya terbuka untuk membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Bandara SIM, kata dia, dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada penumpang.
“Untuk promosi daerah, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ke depan, kami dapat menyediakan ruang atau spot promosi yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan wisata, UMKM maupun potensi lainnya kepada pengguna jasa bandara,” jelasnya.
Rahmat juga menyampaikan rencana pembenahan fasilitas toilet di Bandara SIM. Renovasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan masyarakat Aceh.
“Kami juga akan melakukan renovasi toilet agar lebih nyaman dan ramah bagi penumpang. Fasilitas tersebut nantinya juga akan lebih memudahkan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesucian sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh yang menerapkan syariat Islam,” kata Rahmat. (Zal)






