Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh yang juga Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., mengajak seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia terutama pemerintah untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kepada rakyat Venezuela yang tengah menghadapi musibah gempa bumi besar.
Menurutnya, bagi masyarakat Aceh, setiap kabar tentang bencana besar di belahan dunia mana pun selalu memiliki makna yang mendalam. Luka akibat gempa dan tsunami 26 Desember 2004 masih menjadi bagian dari sejarah kolektif rakyat Aceh. Pengalaman itu telah mengajarkan bahwa di tengah musibah, uluran tangan dari berbagai penjuru dunia mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang berduka.
“Orang Aceh sangat memahami bagaimana rasanya kehilangan keluarga, rumah, dan harapan dalam hitungan menit. Pengalaman itu mengajarkan kita bahwa di tengah bencana, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga hadirnya saudara-saudara yang menunjukkan kepedulian,” ujar Tuanku Muhammad, di Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa ketika tsunami melanda Aceh pada tahun 2004, dunia datang tanpa memandang perbedaan bangsa, agama, maupun ideologi. Indonesia menerima dukungan kemanusiaan dari puluhan negara, termasuk Pemerintah Venezuela yang menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar US$2 juta untuk membantu penanganan korban tsunami di Indonesia. Bantuan tersebut merupakan bagian dari solidaritas internasional terhadap bencana yang meluluhlantakkan Aceh dan wilayah lainnya.
Menurut Tuanku Muhammad yang juga Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, nilai sebuah bantuan tidak hanya diukur dari besarnya nominal, tetapi dari ketulusan dan kepedulian yang menyertainya.
“Ketika Aceh berduka, Venezuela ikut menunjukkan kepeduliannya. Mungkin nilainya tidak sebesar negara-negara donor lainnya, tetapi sejarah mencatat bahwa mereka hadir bersama bangsa Indonesia. Kebaikan seperti itu tidak boleh dilupakan. Hari ini, ketika rakyat Venezuela menghadapi musibah, sudah selayaknya kita membalasnya dengan doa, empati, dan dukungan kemanusiaan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa budaya masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi gotong royong, ukhuwah, dan semangat tolong-menolong harus terus dihidupkan, tidak hanya kepada sesama anak bangsa, tetapi juga kepada masyarakat dunia yang sedang tertimpa musibah.
Berdasarkan laporan terbaru, dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 telah menyebabkan kerusakan yang sangat luas, terutama di wilayah Caracas dan La Guaira. Hingga pembaruan terbaru, sedikitnya 589 orang dilaporkan meninggal dunia, hampir 3.000 orang mengalami luka-luka, puluhan ribu warga terdampak, sementara proses pencarian korban masih terus berlangsung sehingga jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.
Melihat besarnya dampak bencana tersebut, Tuanku Muhammad mengajak pemerintah, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mengirimkan doa dan, apabila diperlukan, menyalurkan bantuan melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang terpercaya.
“Kita mungkin dipisahkan oleh ribuan kilometer, tetapi kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Ketika satu bangsa berduka, bangsa lain memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa persaudaraan antarumat manusia masih hidup. Aceh pernah merasakan indahnya solidaritas dunia. Kini saatnya kita ikut menghadirkan harapan bagi rakyat Venezuela,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Tuanku Muhammad berharap masyarakat Venezuela diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut serta seluruh proses penyelamatan dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar.
“Semoga Allah SWT memberikan kesabaran kepada keluarga para korban, melindungi para relawan yang bertugas, memudahkan proses evakuasi, serta mengangkat kembali Venezuela dari musibah ini. Aceh tidak pernah lupa terhadap setiap tangan yang pernah membantu kami. Karena itu, mari kita balas kebaikan tersebut dengan doa, kepedulian, dan semangat solidaritas kemanusiaan,” demikian Tumad.(Mar)
