Dari Aspirasi Menjadi Aksi, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Serahkan Ambulans untuk Warga Kopelma Darussalam

Wakil Ketua DPRK Dr Musriadi MPd, foto bersama Keuchik Kopelma Darussalam, Ketua BKM Baitul Mustaqim, para kepala dusun serta perangkat gampong, usai menerima 1 Unit Ambulance dari Pemko Banda Aceh, di Halaman Kantor Dinkes Kota Banda Aceh, Jumat (14/8/2026).

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Aspirasi masyarakat Gampong Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, untuk memiliki fasilitas ambulans akhirnya terwujud. Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, menyerahkan satu unit ambulans kepada masyarakat melalui Masjid Baitul Mustaqim.

Ambulans tersebut merupakan fasilitas yang diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pelayanan sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Gampong Kopelma Darussalam dan sekitarnya.

Penyerahan ambulans dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi SSTP MSi kepada Keuchik Gampong Kopelma Darussalam, dan dihadiri Wakil Ketua DPRK Musriadi, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitul Mustaqim, para kepala dusun serta perangkat gampong, di Halaman Kantor Dinkes Kota Banda Aceh, Jumat (14/8/2026).

Ketua BKM Baitul Mustaqim, Ridwan Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya aspirasi masyarakat tersebut. Menurutnya, keberadaan ambulans sudah lama menjadi harapan masyarakat karena sangat dibutuhkan untuk membantu warga dalam berbagai kondisi.

“Ambulans ini sudah lama kami impikan. Alhamdulillah, berkat perjuangan Pak Musriadi, hari ini masyarakat Kopelma Darussalam telah memiliki sarana pelayanan yang sangat dibutuhkan,” kata Ridwan.

Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi SSTP MSi menyerahkan Ambulance kepada Ketua BKM Masjid Baitul Mustaqim, di Halaman Kantor Dinkes Kota Banda Aceh, Jumat (14/8/2026). FOTO/ ABDUL HADI

Ia mengatakan, ambulans tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam membantu warga yang membutuhkan layanan transportasi kesehatan, kondisi darurat, maupun kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya.

Ridwan berharap fasilitas tersebut dapat dikelola secara amanah, transparan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

“Ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada wakil rakyat tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat diperjuangkan sampai terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Aswad mengatakan, penyerahan ambulans tersebut merupakan bagian dari komitmennya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui fungsi representasi di DPRK Banda Aceh.

“Alhamdulillah, aspirasi masyarakat dapat kita perjuangkan dan hari ini diwujudkan dalam bentuk ambulans. Semoga fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kopelma Darussalam dan sekitarnya,” ujar Musriadi.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN), kebutuhan ambulans bukan semata-mata berkaitan dengan fasilitas kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan. Dalam situasi darurat, kata dia, kecepatan mendapatkan akses transportasi dapat menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta pengelola ambulans memastikan fasilitas tersebut dapat diakses masyarakat secara adil dan tidak membedakan latar belakang warga.

“Ambulans ini bukan milik pribadi atau kelompok tertentu. Ini adalah fasilitas untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, harus dijaga, dikelola dengan baik dan digunakan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Musriadi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya Dinas Kesehatan, serta aparatur Gampong Kopelma Darussalam dan pengurus BKM yang turut mendukung terwujudnya fasilitas tersebut.

Ia berharap keberadaan ambulans dapat menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dan mempererat sinergi antara pemerintah, DPRK, aparatur gampong, pengurus masjid dan masyarakat.

“Semangat kita adalah dari aspirasi menjadi aksi. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus kita perjuangkan sesuai dengan mekanisme dan kemampuan anggaran daerah. Mudah-mudahan ambulans ini menjadi fasilitas yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Musriadi.(Hadi)

Exit mobile version