Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Sinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini

Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd memberikan sambutan pada Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) bagi pelajar Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Hotel Diana, Kota Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026) FOTO/M. HERIZAL

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kota Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) bagi pelajar Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Hotel Diana, Kota Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Musriadi tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga turut memberikan materi kepada para peserta pelajar.

Musriadi mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut dan menilai upaya pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan komitmen dan kolaborasi seluruh elemen, terutama dalam melindungi generasi muda yang menjadi kelompok paling penting untuk diselamatkan dari ancaman narkotika.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, terutama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Kesbangpol, para narasumber dari Polresta Banda Aceh, BNN Kota Banda Aceh, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Kami berharap melalui sosialisasi P4GN ini dapat terbangun komitmen bersama untuk menjadikan Kota Banda Aceh sebagai kota yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mampu melahirkan generasi muda yang bebas dari narkotika,” kata Musriadi.

Ia menegaskan, perhatian terhadap generasi muda harus menjadi prioritas karena mereka merupakan calon penerus kepemimpinan bangsa, daerah, dan Kota Banda Aceh. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu dilakukan sejak dini dan dikemas melalui berbagai kegiatan yang mampu membangun kesadaran serta keberanian generasi muda untuk menjauhi narkoba.

“Yang harus kita selamatkan hari ini sebenarnya adalah adik-adik usia 10 sampai dengan 20 tahun. Bangsa ini, daerah ini, kota ini berada di tangan adik-adik sekalian. Nantinya, adik-adiklah yang akan melanjutkan kepemimpinan dan menjaga negeri ini. Karena itu, kita berharap angka narkoba dapat terus terkikis melalui berbagai kegiatan yang kita lakukan ke depan,” ujarnya.

Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd menyapa peserta Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) bagi pelajar Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Hotel Diana, Kota Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026) FOTO/M. HERIZAL

Menurut Musriadi, lingkungan sekolah juga perlu mendapat perhatian serius karena menjadi salah satu ruang yang harus diperkuat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Ia menilai pencegahan harus dilakukan melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan, sehingga para pelajar memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali sekaligus menghindari bahaya narkotika.

Ia juga mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh yang tengah menyusun kurikulum tentang narkoba sebagai materi muatan lokal. Menurutnya, apabila dapat diterapkan secara luas di lembaga pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi, langkah tersebut akan menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

“Tanggung jawab kita sangat luar biasa. Abang-abang dan saudara-saudara kita di BNN, mari bahu-membahu melakukan berbagai kegiatan inovasi. Substansinya adalah bagaimana kita menjaga generasi kita. Karena itu, hari ini kita harus mampu mem-back up upaya tersebut, setidaknya dengan menjaga keluarga kita masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Kesbangpol menggelar sosialisasi P4GNPN tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, mengenai bahaya narkotika. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti 120 peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMP di Kota Banda Aceh.

Mewakili Wali Kota Banda Aceh, Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Banda Aceh, Ridwan, S.Ag., M.Pd., mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut dan berkomitmen mendukung berbagai upaya penyelamatan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.

“Harapan besar masyarakat Kota Banda Aceh ini harus kita pelihara bersama. Kehidupan bermasyarakat, kehidupan beragama, dan kehidupan berbudaya harus terus kita jaga dan perkuat. Dengan demikian, ke depan Banda Aceh dapat menjadi kota yang maju dan bermartabat, serta tetap kokoh dalam bingkai syariat Islam,” ujarnya. (Zal)

Exit mobile version