Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar doa bersama dan prosesi tepung tawar (peusijuek) bagi jemaah haji 1447 H/2026 M, di Mushalla Al-Ikhlas, Banda Aceh, Selasa (21/4/2026).
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa tradisi peusijuek merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh yang lazim dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Prosesi ini menjadi momen pamitan, saling memaafkan, serta saling mendoakan antara jemaah dan para hadirin.
“Dalam kesempatan ini kita tidak hanya mendoakan para calon tamu Allah, tetapi juga memohon doa agar kita yang hadir dapat segera dipanggil untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Azhari juga berbagi pengalaman pribadinya saat masih bertugas mengantar jemaah haji. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan Allah yang tidak selalu datang kepada setiap orang, meskipun telah lama terlibat dalam pelayanan haji.
“Jika kita membantu jemaah, insya Allah kita juga bisa menjadi jemaah,” katanya.
Ia turut meminta doa agar para petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) dapat menjalankan tugas dengan baik dalam mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Selain itu, ia berharap seluruh jemaah dan petugas diberikan keselamatan, kelancaran perjalanan, serta meraih haji yang mabrur.
“Semoga semua yang berangkat diberi istitha’ah, keselamatan dalam perjalanan, serta kemudahan di tengah berbagai kondisi global,” tambahnya.
Prosesi peusijuek dipimpin oleh jajaran pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, di antaranya Kabid Penaiszawa Zulfikar, jajaran Bidang PD Pontren, serta Bidang Pendidikan Madrasah. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Aceh.
Adapun yang mengikuti prosesi tersebut meliputi jemaah haji serta petugas PPIH, baik kloter maupun nonkloter (Arab Saudi). Beberapa nama yang ikut dipeusijuek antara lain Saifullah sebagai PPIH kloter dan Rahayu Minanda sebagai PPIH Arab Saudi
Selain itu, turut serta sebagai jemaah haji, Kabid Penmad Khairul Azhar bersama istri.
Di akhir tausiahnya, Azhari menekankan pentingnya profesionalisme petugas haji dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, sekaligus memastikan tugas di unit kerja masing-masing tetap berjalan dengan baik selama masa penyelenggaraan ibadah haji.(Hadi)






