Banjir dan Longsor Terjang Aceh Tengah, Sejumlah Warga Mengungsi

Kondisi banjir dan longsor di salah satu kampung di Aceh Tengah, Jumat, 23 Oktober 2026. FOTO/BPBA.

Kabarnanggroe,com, Takengon – Banjir dan tanah longsor melanda dua kampung di Kabupaten Aceh Tengah, Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Bencana akibat hujan deras tersebut menyebabkan permukiman warga terendam dan delapan kepala keluarga (KK) di Kampung Meurandeh Paya, Kecamatan Rusip Antara, mengungsi.

“Banjir dan tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Dampak kejadian menyebabkan permukiman warga terendam dan delapan kepala keluarga di Desa Meurandeh Paya harus mengungsi,” ujar Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Linda menyebutkan bencana banjir melanda Kampung Bamil Nosar, Kecamatan Bintang, dan Kampung Meurandeh Paya, Kecamatan Rusip Antara.

Delapan KK yang mengungsi terdiri dari Eka (38), Hasan (60), Zulham (27), Ismail (27), Baidah (56), Ibnu Umar (46), Bayan (44), dan T.A. Wahab (47).

Sebagian besar warga terdampak bekerja sebagai petani, sedangkan T.A. Wahab berprofesi sebagai guru.

Untuk menangani dampak bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan satu unit ekskavator guna membersihkan drainase dan gorong-gorong yang tersumbat.

Petugas juga melakukan pemantauan, pendataan, pelaporan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memperlancar aliran air dan memantau kondisi di lokasi terdampak.

“Hingga Sabtu pagi, air masih belum surut,” ujar Linda.(Muh/*)