Masyarakat Pulo Aceh Lestarikan Tradisi Masak Kanji Asyura dan Teut Apam

Sejumlah masyarakat tampak antusias menyiapkan ragam bahan masakan kanji Asyura dan apam, di Pulo Aceh, Aceh Besar, Kamis (25/6/2026). FOTO/ C'BOY

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Masyarakat Kecamatan Pulo Aceh, menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah dengan melestarikan tradisi memasak kanji Asyura dan teut apam, di sejumlah gampong dan melibatkan para ibu-ibu yang bergotong royong menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa Asyura, di Pulo Aceh, Aceh Besar, Kamis (25/6/2026).

Selain sebagai sajian berbuka puasa, kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Sekretaris Kecamatan Pulo Aceh, Tgk Jullita SH mengatakan, masyarakat Pulo Aceh setiap tahun selalu menyambut dan merayakan 10 Muharram dengan berbagai tradisi keagamaan, termasuk memasak apam dan kanji Asyura secara bersama-sama.

“Tradisi memasak apam dan kanji Asyura telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pulo Aceh. Setiap tahun, menjelang 10 Muharram, ibu-ibu bergotong royong menyiapkan hidangan ini untuk berbuka puasa Asyura sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Warga tampak menyiapkan ragam bahan masakan kanji Asyura dan apam, di Pulo Aceh, Aceh Besar, Kamis (25/6/2026). FOTO/ C’BOY

Menurutnya, peringatan 10 Muharram memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat setempat karena bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

“Bagi masyarakat Pulo Aceh, merayakan dan memuliakan bulan Muharram merupakan bagian dari ibadah yang utama. Karena itu, tradisi yang bernilai keagamaan dan kebersamaan ini terus dijaga serta dilestarikan dari generasi ke generasi,” kata Tgk Jullita.

Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkuat nilai-nilai keislaman, gotong royong, dan persaudaraan di tengah masyarakat Pulo Aceh.(C’Boy)