Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – PT PLN (Persero) tampaknya menyahuti seruan dari Walikota Banda Aceh dan juga sejumlah anggota DPRK Banda Aceh, termasuk Ketua dan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh agar memberi jaminan atas pasokan listrik ke Ibu Kota Provinsi Aceh ini.
Seperti diketahui, sebelum dan sesudah bencana banjir dan longsor 26 November 2025, listrik di Banda Aceh lebih lama padam daripada hidup.
Untuk mencegah hal itu terulang kembali, PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PLN Nusa Daya mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Nusa Daya Krueng Raya berkapasitas 15 Megawatt (MW) di Kabupaten Aceh Besar sejak Selasa, (23/12/2025) untuk menambah pasokan listrik di Banda Aceh.
Penambahan pasokan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kelistrikan pascabencana di Banda Aceh sekaligus menyambut bulan suci Ramadan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan pengoperasian PLTD Krueng Raya merupakan bagian dari langkah PLN untuk memastikan pemulihan kelistrikan di Banda Aceh berlangsung tuntas dan berkelanjutan pascabencana.
“Kehadiran PLTD ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Pascabencana, kami terus bergerak agar kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi dan aktivitas sosial maupun perekonomian dapat kembali berjalan normal,” ujar Darmawan, seperti rilis pada Rabu (24/12/2025).
Darmawan menjelaskan keberhasilan pengoperasian pembangkit ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim PLN di lapangan yang bekerja siang dan malam, serta dukungan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam proses pemulihan.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang terus bersinergi dengan PLN, sehingga progres recovery bisa berjalan baik. PLN akan terus memastikan sistem kelistrikan tetap aman, andal, dan siap mendukung kebutuhan masyarakat,” imbuh Darmawan.
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan, dengan beroperasinya PLTD Krueng Raya, kelistrikan Banda Aceh kini ditopang oleh beberapa pembangkit dengan total pasokan daya 32 MW.
Listrik ini dipasok oleh PLTD Lueng Bata existing milik PLN Nusantara Power berkapasitas 7 MW dan backup pasokan dari PLN Nusa Daya sebesar 25 MW yang terdiri dari 10 MW di PLTD Lueng Bata dan 15 MW di PLTD Krueng Raya.
“Dengan beroperasinya PLTD Krueng Raya, sistem kelistrikan di Banda Aceh kini memiliki cadangan yang lebih kuat, didukung oleh PLTD Lueng Bata existing dan backup dari 2 lokasi PLTD dari PLN Nusa Daya, sehingga keandalan layanan dapat lebih terjamin bagi masyarakat,” jelasnya.
Rizal menambahkan nantinya PLN akan kembali menambah pasokan listrik untuk menyuplai Banda Aceh dengan pengoperasian PLTD di Ulee Kareng berkapasitas 25 MW, dengan begitu total backup daya Banda Aceh nantinya sebesar 57 MW.
“Penempatan pembangkit di titik-titik strategis ini diharapkan dapat mengoptimalkan pasokan listrik, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus terlayani dengan baik,” tutup Rizal.(Muh)
Backup Daya Listrik Banda Aceh
* PLTD Lueng Bata existing milik PLN Nusantara Power 7 MW.
* PLTD Lueng Bata dari PLN Nusa Daya 10 MW.
* PLTD Krueng Raya dari PLN Nusa Daya 15 MW
* PLTD Ulee Kareng 25 MW.
* Total daya PLTD sebesar 52 MW.






