Ketua PGRI Aceh Besar Buka Pelatihan Deep Learning Berbasis Papan Interaktif

Ketua PGRI Kabupaten Aceh Besar, Munadi, S.Pd.I., M.Pd., membuka pelatihan transformasi pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler melalui pendekatan deep learning berbasis PID di Aula SD IT Cendekia, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026). FOTO/ ROJA

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Besar, Munadi, S.Pd.I., M.Pd., membuka pelatihan transformasi pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler melalui pendekatan deep learning berbasis Papan Interaktif Digital (PID) di Aula SD IT Cendekia, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus SDN Lamklat tersebut diikuti 35 guru kelas dan perwakilan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital pada proses pembelajaran.

Munadi mengapresiasi inisiatif KKG Gugus SDN Lamklat yang telah menghadirkan ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para guru. Menurutnya, pelatihan tersebut penting untuk memperkuat profesionalisme guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Ketua PGRI Kabupaten Aceh Besar, Munadi, S.Pd.I., M.Pd., foto bersama dengan pemateri dan peserta pelatihan transformasi pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler melalui pendekatan deep learning berbasis PID di Aula SD IT Cendekia, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026). FOTO/ ROJA

“Pelatihan ini menjadi wadah bagi guru untuk meningkatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan pembelajaran modern,” ujar Munadi.

Ia menegaskan, penggunaan Papan Interaktif Digital tidak boleh sebatas memenuhi kebutuhan teknologi di sekolah, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.

“Pemanfaatan PID harus membuat pembelajaran lebih aktif, interaktif, kreatif, dan bermakna bagi siswa. Teknologi hanyalah alat bantu, sedangkan kualitas interaksi dan peran guru tetap menjadi faktor utama keberhasilan pembelajaran,” katanya.

Munadi juga berharap penerapan pendekatan deep learning dapat membantu siswa memahami materi secara mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menghafal pelajaran.

Suasana pelatihan transformasi pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler melalui pendekatan deep learning berbasis PID di Aula SD IT Cendekia, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026). FOTO/ ROJA

Sementara itu, Ketua KKG Gugus SDN Lamklat menyampaikan apresiasi atas dukungan dan motivasi Ketua PGRI Aceh Besar. Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan semangat guru untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan Ketua PGRI Aceh Besar yang telah memberikan motivasi kepada para guru. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru, memperkuat kolaborasi, serta mendorong penerapan pembelajaran yang lebih inovatif dan berkualitas bagi peserta didik,” ungkapnya.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri Ketua PC PGRI Darussalam, Ustaz Hafis, yang juga menjabat Kepala SD IT Cendekia. Materi pelatihan disampaikan oleh pengawas sekolah dan guru inti dari Gugus SDN Lamklat.

Melalui kegiatan tersebut, KKG Gugus SDN Lamklat diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antarguru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.(Wahyu)