Kemenag Banda Aceh dan RSGM Unsyiah Jalin Kerja Sama, Penyuluh Agama Siap Dampingi Pasien

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh terus memperluas jangkauan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui penguatan sinergi dengan berbagai lembaga. Kali ini, Kemenag Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Syiah Kuala sebagai upaya menghadirkan layanan bimbingan dan penyuluhan agama bagi pasien.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kemenag Kota Banda Aceh, Senin (20/7/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Syiah Kuala, Dr. drg. Poppy Andriany, M.Kes, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag.

Melalui kerja sama ini, Kemenag Banda Aceh akan mengoptimalkan peran para Penyuluh Agama Islam untuk memberikan edukasi, pembinaan spiritual, motivasi, serta pendampingan keagamaan kepada pasien yang menjalani perawatan di RSGM Universitas Syiah Kuala. Sementara itu, pihak rumah sakit akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pembinaan bagi pasien serta mendukung berbagai program pelayanan kerohanian.

Tidak hanya itu, ruang lingkup kerja sama ini juga direncanakan akan terus dikembangkan pada berbagai bidang lain yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Banda Aceh, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Dr. H. Akhyar, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banda Aceh Hj. Rosmiati, M.A., beserta jajaran pengurus IPARI.

Kepala Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas manfaat pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat.

“Kami akan terus membangun kerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi agar kehadiran Kementerian Agama semakin dirasakan manfaatnya, khususnya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPARI Kota Banda Aceh, Hj. Rosmiati, M.A., menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan menyusun jadwal layanan serta menyiapkan materi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Di sisi lain, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Akhyar, menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kemitraan dalam bidang penyuluhan agama. Menurutnya, sinergi dengan berbagai lembaga merupakan langkah strategis untuk menghadirkan dakwah yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Kemenag Banda Aceh berharap pelayanan kerohanian di lingkungan rumah sakit dapat semakin optimal, sehingga pasien tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan secara fisik, tetapi juga mendapatkan penguatan mental dan spiritual selama menjalani proses penyembuhan.(Herman/*)