BNPB Kebut Pemulihan Akses, Sejumlah Jembatan di Aceh Mulai Berfungsi

Jembatan bailey di Teupin Mane yang dibangun dengan cepat setelah jembatan utama terputus akibat bencana banjir dan longsor kini telah rampung sepenuhnya dan resmi dibuka untuk lalu lintas umum, Minggu (14/12/2025). FOTO/ HUMAS PEMERINTAH ACEH

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat perbaikan dan pemulihan akses di wilayah terdampak bencana, terutama di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. Sejumlah jembatan vital kini mulai kembali berfungsi, meski sebagian masih diberlakukan sistem buka tutup.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan upaya pemulihan infrastruktur menjadi prioritas untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas warga berjalan kembali. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu (20/12/2025).

Di Aceh, perbaikan Jembatan Teupin Reudeup (Awe Geutah) yang menjadi jalur alternatif Bireuen-Lhokseumawe telah rampung 100 persen. Jembatan dengan bentang putus sepanjang 36 meter yang ditargetkan selesai pada 18 Desember dan kini sudah dapat dilalui, meski dengan sistem satu jalur buka tutup.

“Untuk saat ini memang masih terjadi antrean logistik di Jembatan Awe Geutah karena aksesnya satu jalur. Kami terus mengimbau masyarakat dan relawan agar tetap tertib mengantre supaya fungsi jembatan bisa optimal,” ujar Abdul.

Alat berat dikerahkan untuk membangun kembali jembatan Kutablang, Bireuen yang terputus diterjang banjir, Sabtu (20/12/2025). FOTO/FB.SCREENSHOT

Sementara itu, Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan Bireuen dan Bener Meriah sudah kembali fungsional, namun masih menerapkan sistem buka tutup. Sedangkan Jembatan Kutablang di jalur utama Bireuen-Lhokseumawe mencatat kemajuan perbaikan 81,5 persen, dengan panjang jembatan yang sempat putus mencapai 50 meter.

Perbaikan juga dilakukan di Jembatan Jumpa atau Cot Bada di ruas jalan Kota Bireuen. Hingga kini, progres pengerjaan jembatan dengan bentangan putus 18 meter tersebut telah mencapai 86 persen.

Selain pemulihan akses jalan dan jembatan, BNPB juga memastikan distribusi logistik, khususnya untuk menyediakan kebutuhan energi masyarakat. Abdul menyebutkan, sebanyak 37,5 drum bahan bakar minyak (BBM) dan 60 tabung elpiji telah disiapkan.

Satu unit truk tangki solar juga sudah tiba di Kantor Bupati Aceh Tamiang dan akan didistribusikan secara bertahap kepada warga.

Di wilayah Sumatera lainnya, BNPB melaporkan kemajuan perbaikan jembatan Bailey dan ruas jalan nasional terus berjalan. Hingga 20 Desember, penanganan di ruas jalan nasional koridor Tarutung-Sibolga telah menjangkau 170 lokasi dari total 177 titik terdampak.

“Masih ada beberapa titik longsor dengan panjang sekitar 100 meter yang belum bisa diakses alat berat,” kata Abdul.

BNPB memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan agar pemulihan infrastruktur dan distribusi bantuan dapat berjalan maksimal, sekaligus menjaga keselamatan warga di lapangan.(Muh/*)