Kabarnanggroe.com, Nagan Raya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, mencatat realisasi investasi sebesar Rp41,05 miliar pada Triwulan III 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun iklim investasi yang kondusif,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan di Nagan Raya, Sabtu (17/10/2026).
Ia menegaskan, Pemkab Nagan Raya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor melalui proses yang cepat, transparan, dan akuntabel.
“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Menurutnya, peningkatan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat Nagan Raya.
“Fokus kami tidak hanya pada nilai investasi, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya menambahkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nagan Raya Hizbulwatan mengatakan realisasi investasi pada Triwulan III 2026 mencapai Rp41,05 miliar lebih.
Dari total nilai tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp19,73 miliar lebih atau sekitar 48 persen, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp21,31 miliar lebih.
Ia mengungkapkan berdasarkan tahapan kegiatan usaha, realisasi PMDN terdiri atas investasi pada tahap konstruksi sebesar Rp11,52 miliar lebih atau sekitar 54 persen dan tahap produksi sebesar Rp9,79 miliar lebih atau sekitar 46 persen dari total PMDN.
Menurut Hizbulwatan, gabungan sektor perkebunan dan pertanian kelapa sawit menyumbang investasi sebesar Rp24,51 miliar lebih, disusul industri minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp13,95 miliar lebih.
“Selain kedua sektor tersebut, investasi juga berasal dari sejumlah bidang usaha lainnya,” sebutnya.
Sektor pembangkitan tenaga listrik kata dia, mencatat realisasi sebesar Rp1,56 miliar lebih, diikuti angkutan bermotor untuk barang umum sebesar Rp381 juta lebih dan pertambangan batu bara sebesar Rp286 juta.
Kontribusi berikutnya berasal dari industri produk dari batu bara sebesar Rp282,4 juta, perdagangan besar bahan bakar sebesar Rp55,3 juta serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian sebesar Rp6,2 juta lebih, demikian Hizbulwathan.(Muh/*)






