Bank Mulai Jual Rupiah di Atas Rp 17.800/US$

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). FOTO/Bloomberg Technoz

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Pelemahan rupiah yang menembus level terendahnya pagi ini, Senin (18/5/2026), membuat bank besar di Indonesia mulai menjual dolar Amerika Serikat (AS) di atas Rp17.800.

Pada perdagangan pasar spot, pelemahan rupiah telah mencapai 1,12% ke posisi terendahnya sepanjang sejarah di Rp17.662/US$ pada 10:55 WIB.

Kejatuhan rupiah di pasar offshore alias luar negeri hari ini mulai merembet di pasar spot setelah libur dua hari pekan lalu.

Sejumlah bank besar mulai menjual kurs dolar AS lebih mahal dari acuan di pasar spot. Seperti bank HSBC menjual seharga Rp 17.870/US$, dan bank UOB membanderol seharga Rp 17.830/US$.

Berikut rincian kurs di beberapa bank besar yang beroperasi di Indonesia pada hari ini:

PT Bank UOB Indonesia
* Kurs: beli Rp17.284/US$, jual Rp17.830/US$

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
* Kurs e-Rate: beli Rp17.653/US$, jual Rp17.673/US$
* Kurs TT Counter: : beli Rp17.499/US$, jual Rp17.699/US$
* Kurs Bank Notes: beli Rp17.490/US$, jual Rp17.690/US$

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)
* Kurs e-Rate: beli Rp17.655/US$, jual Rp17.670/US$

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
* Kurs e-Rate: beli Rp17.651/US$, jual Rp17.678/US$
* Kurs TT Counter: beli Rp17.570/US$, jual Rp17.770/US$

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
* Kurs Special Rates: beli Rp17.645/US$, jual Rp17.675/US$
* Kurs TT Counter: beli Rp17.590/US$, jual Rp17.730/US$

PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI)
* Kurs Special Rates: beli Rp17.655/US$, jual Rp17.675/US$
* Kurs TT Counter: beli Rp17.430/US$, jual Rp17.730/US$
* Kurs Bank Notes: beli Rp17.430/US$, jual Rp17.730/US$

Ketika bank mulai memasang kurs jual jauh di atas pasar spot, pasar sepertinya sedang mengirim sinyal bahwa permintaan dolar meningkat tajam dan ekspektasi pelemahan rupiah belum akan mereda dalam waktu dekat.

Di tengah tekanan tersebut, perhatian pasar masih tertuju pada langkah Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur pekan ini.

Bank sentral memang masih mempertahankan strategi intervensi di pasar valas dan obligasi. Namun pelemahan rupiah yang semakin cepat mulai memunculkan spekulasi bahwa BI perlu memberikan respons yang lebih tegas melalui kenaikan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam keluarnya arus modal asing.(Muh/*)