BKM Nurul Makmur Peringati Nuzulul Qur’an 1446 H, Drs. H. Ust. Ramlan Anggota MPU Aceh Isi Tausiyah

Kabarnanggroe.com, Singkil – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Agung Nurul Makmur Kabupaten Aceh Singkil menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada malam ke-17 Ramadhan 1446 H. Acara ini berlangsung pada Minggu, 16 Maret 2025, dan diisi dengan tausiyah agama serta penyerahan santunan kepada anak yatim.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, BKM Agung Nurul Makmur secara rutin menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai bentuk refleksi dan peningkatan kesadaran umat terhadap Al-Qur’an. Pada kesempatan kali ini, tausiyah agama disampaikan oleh Drs. H. Ust. Ramlan, yang juga merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Dalam tausiyahnya, Ust. Ramlan menjelaskan sejarah turunnya Al-Qur’an yang terjadi dalam tiga fase utama. Fase pertama, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatul Qadar. Fase kedua, Al-Qur’an diturunkan dari langit dunia ke bumi secara bertahap selama 23 tahun melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan fase ketiga, Al-Qur’an diturunkan ke hati manusia sebagai petunjuk hidup.

“Yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah, apakah Al-Qur’an sudah turun ke hati kita?” ujar Ust. Ramlan dalam ceramahnya.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai petunjuk bagi manusia, khususnya bagi orang-orang yang bertakwa. Namun, bagaimana mungkin Al-Qur’an dapat menjadi petunjuk jika tidak ada dalam hati dan tidak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari?

“Sudah sejauh mana kita membaca dan menghayati Al-Qur’an? Momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk lebih bersungguh-sungguh dalam meluangkan waktu membacanya, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” lanjutnya.

Selain membaca, Ust. Ramlan juga mengajak jamaah untuk memahami isi kandungan Al-Qur’an agar tidak sekadar menjadi bacaan rutin, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan.

“Jika kita perhatikan, lebih banyak orang yang membaca Al-Qur’an daripada yang memahami maknanya. Dan lebih banyak yang memahami maknanya daripada yang benar-benar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Nuzulul Qur’an ini sebagai momen untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dengan membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an,” tutupnya.

Acara peringatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna, diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dalam semangat Ramadhan.(Herman/*)