Kabarnanggroe.com, ACEH UTARA – Kreator film asal Aceh Besar, Kang Awir, berhasil meraih Juara 1 Lomba Konten Kreator Hari Damai Aceh ke-21 yang digelar oleh KPA Wilayah Samudera Pase, Aceh Utara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 21 tahun perdamaian Aceh dan digagas oleh Ketua DPRA Aceh, Pon Yahya.
Kang Awir berhasil menjadi yang terbaik melalui film pendek berjudul “Sibak Rukok Teuk”, setelah bersaing dengan 95 peserta dari berbagai daerah di Aceh. Atas prestasi tersebut, ia berhak menerima hadiah sebesar Rp15 juta.
Pengumuman dan penyerahan hadiah berlangsung di Aceh Utara. Penyerahan hadiah Juara 1 kepada Kang Awir dilakukan oleh pihak Polres Lhokseumawe yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah tokoh turut menghadiri acara penyerahan hadiah, di antaranya Ketua KPA Wilayah Aceh Utara, Ketua BRA Aceh Utara, perwakilan DPRK Kota Lhokseumawe, serta Muda Seudang Wilayah Samudera Pase.
Film “Sibak Rukok Teuk” mengangkat pesan tentang perdamaian Aceh dengan menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber yang memiliki pengalaman serta keterkaitan dengan perjalanan konflik dan perdamaian Aceh.
Dalam film tersebut, Kang Awir tampil sebagai pemeran utama. Film itu juga menghadirkan Saifuddin Yahya (Pak Cek), tokoh GAM Aceh Rayeuk, sebagai narasumber. Selain itu terdapat Wahyudi (Tomy/Casper) sebagai eks kombatan GAM, Bustaman (Pang Op) selaku Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk, serta Hasballah, S.Ag., Ketua KPA Wilayah Aceh Rayeuk.
Kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya kreatif dapat menjadi media untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Aceh, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan media digital.
Apresiasi Seniman Aceh
Seniman Aceh Medya Hus turut memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menggelar sayembara konten kreator bertema Damai Aceh.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena tidak hanya menjadi ruang kreativitas bagi para konten kreator, tetapi juga menjadi media untuk mengingat kembali perjalanan konflik dan perdamaian Aceh.
Medya Hus berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai bentuk karya seni dan budaya Aceh.
“Ke depan perlu juga dibuat sayembara menulis hikayat singkat sebagai salah satu bentuk upaya melestarikan seni tradisi sastra lisan dan tulisan Aceh,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam itu tidak hanya dilaksanakan di satu wilayah, tetapi dapat digelar secara berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota di Aceh, sehingga semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam menjaga dan mengembangkan budaya serta sejarah Aceh.
Sementara itu, keberhasilan Kang Awir melalui “Sibak Rukok Teuk” diharapkan menjadi motivasi bagi para kreator muda Aceh untuk terus menghasilkan karya yang kreatif, inspiratif, sekaligus membawa pesan positif bagi masyarakat.
Lomba Konten Kreator Hari Damai Aceh ke-21 sendiri mengusung semangat “Damai untuk Aceh, Aceh untuk Indonesia”, sebagai bagian dari upaya merawat perdamaian dan memperkuat ingatan kolektif tentang perjalanan Aceh menuju perdamaian. (Abrar)






