Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Berkat doa dan dukungan masyarakat Aceh Besar, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Aceh Besar dinyatakan resmi menjadi peserta pemilihan legislatif oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar setelah mendaftarkan 40 orang bacaleg pada hari Minggu kemarin. Setelah dinyatakan resmi, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gelora Aceh Besar, Abdus Sabur mohon dukungan dari masyarakat Aceh Besar untuk kemenangan Partai Gelora di Aceh Besar.
Menurut Sabur, bacaleg Partai Gelora Aceh didominasi oleh kalangan milenial yang melek politik serta memiliki semangat perubahan yang besar untuk Indonesia dan Aceh Besar khususnya.
“Hampir rata-rata bacaleg kita anak muda yang haus perubahan, mereka datang dari berbagai kalangan dan berbagai latar belakang organisasi yang berbeda,” katanya, Senin (15/5/2023).
Ia juga mengatakan, Partai Gelora optimis rebut kursi DPRK Aceh Besar, karena selain komposisi bacaleg yang komplit, bacaleg Partai Gelora juga diisi politisi matang dan beberapa tokoh muda Aceh Besar.
“Sejak awal kita membuka pendaftaran bacaleg, banyak kalangan politisi juga ingin bergabung, begitu juga dengan tokoh muda Aceh Besar, dengan seleksi yang ketat, pada akhirnya kami menetapkan 40 orang bacaleg yang sudah kami daftarkan kemarin,” terangnya.
Selain itu, Sabur juga mengatakan, jika saat ini barisan bacaleg Partai Gelora juga diperkuat oleh sosok perempuan tangguh dan cerdas, yakni istri mantan Asisten I Setdakab Aceh Besar dan beberapa tokoh perempuan milenial lainnya.
“Ada beberapa perempuan hebat yang memperkuat barisan bacaleg kita disetiap dapil, karena kita ingin merebut kursi DPRK, maka kami juga melakukan pemerataan bacaleg, dan targetnya adalah satu dapil satu kursi, jika saat ini ada enam dapil, maka kami optimis meraih enam kursi DPRK, insya Allah,” ujar alumni Pondok Pesantren Modern Oemar Diyan itu.
Pun demikian, Sabur menyadari, jika Partai Gelora yang hadir sebagai partai debutan akan meniti jalan terjal persaingan politik di Aceh Besar.
“Kami menyadari, bahwa persaingan caleg di Aceh Besar tidaklah muda, tapi dengan semangat pembangunan Aceh Besar yang lebih maju, kami optimis untuk meraih kursi DPRK, kemarin, jika tidak karena kuota yang lebih, maka banyak bacaleg yang kami daftarkan, namun sayangnya terpaksa kami coret karena melebihi kuota,” ucap Pimpinan Yayasan Medina.
Sabur juga mengajak anak muda Aceh Besar, mulai sadar politik, karena politik mampu memberikan ruang belajar menjadi dewasa berpikir dan bertindak serta mampu menentukan nasib bangsa.
“Anak muda jangan cuek politik lagi, jadikan hak pilih yang kalian miliki bermanfaat bagi pembangunan Aceh Besar, mari sadar politik,” pungkas Abdus Sabur. (AMZ)






