Kabarnanggroe.com, Jakarta – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, serta Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, mengeluarkan seruan kepada semua pihak yang terlibat dalam Pemilu 2024 untuk menahan diri dari mengklaim kemenangan sebelum Keputusan Resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) diumumkan.
Din Syamsuddin, dalam pernyataannya di Jakarta pada Jumat, menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari KPU sebelum membuat klaim kemenangan. “Semua pihak terutama ketiga paslon presiden-wakil presiden agar menahan diri untuk tidak mengklaim kemenangan sebelum ada keputusan KPU,” katanya.
Dia juga menegaskan perlunya KPU melakukan penghitungan suara secara terbuka dan transparan, serta memasukkan data dengan cermat dan akurat berdasarkan hasil perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Kesalahan pemasukan data yang diakui oleh KPU di media massa, demi pemilu/pilpres damai, jujur dan adil, serta demi persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.
Gomar Gultom dari PGI juga menyerukan penghormatan terhadap hasil pemilu. “Rakyat sudah menentukan pilihan dan kita semua harus menghormati hasilnya. Saya berharap semua pihak siap menerima hasil dengan lapang dada,” ujarnya.
Gomar juga mengingatkan bahwa hasil penghitungan cepat belum bersifat resmi, dan menekankan pentingnya bersabar menunggu hasil akhir penghitungan manual oleh KPU. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk merajut kembali persatuan dan persaudaraan yang mungkin terganggu selama kampanye.
Kedua tokoh ini juga menegaskan bahwa jika ada pihak yang merasa dirugikan dalam proses pemilu, mereka dapat menggunakan jalur hukum yang tersedia, termasuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, yang diharapkan akan membahasnya secara objektif, imparisal, dan adil.
Seruan dari kedua tokoh ini merupakan upaya untuk memastikan pemilu berlangsung dengan damai, jujur, dan adil, serta untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menyongsong masa depan Indonesia.






