Sinergi Kampus dan Pemerintah, Unaya–DP2KP Banda Aceh Teken MoA Penguatan Sektor Pangan Berkelanjutan

Kadis P2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Ag, memperlihatkan dokumen MoA antara DP2KP Banda Aceh dengan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Selasa (14/7/2026). FOTO/RINALD

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) dengan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, secara seremonial di Universitas Abulyatama, Kutq Baro, Aceh Besar, Selasa (14/7/2026). Kerja sama ini mengusung tema membangun sinergi dan kolaborasi untuk pengembangan sektor pertanian, pangan, kelautan, dan perikanan yang berkelanjutan.

Penandatanganan tersebut turut dihadiri para kepala bidang di lingkungan DP2KP Kota Banda Aceh, dosen, serta mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama.

Kepala Dinas P2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada tahun 2022 antara  Pemerintah Kota Banda Aceh dan Universitas Abulyatama.

Kadis P2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Selasa (14/7/2026). FOTO/RINALDI

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, khususnya di sektor pangan.
“MoA ini menunjukkan komitmen bersama bagaimana pemerintah dan perguruan tinggi bisa berkolaborasi membangun kota serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Iskandar menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi daerah perkotaan, di antaranya semakin sempitnya lahan pertanian akibat pembangunan dan tingginya arus urbanisasi. Kondisi ini, kata dia, berimplikasi pada ketahanan pangan serta ketergantungan pasokan dari daerah lain.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan rantai pasok (supply chain) yang rentan terganggu, terutama saat terjadi bencana, yang berdampak pada lonjakan harga bahan pangan dan inflasi.

Kadis P2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si memberi sambutan saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Selasa (14/7/2026). FOTO/RINALDI

“Ketahanan pangan menjadi isu penting di kota. Produksi lokal kita masih sangat kecil, sementara kebutuhan terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan akademisi sangat dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi dan solusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, DP2KP saat ini tengah mendorong pengembangan urban farming sebagai salah satu solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Program tersebut mencakup pemanfaatan lahan sempit melalui teknologi pertanian modern seperti hidroponik, akuaponik, hingga sistem vertikal.
“Kami berharap dukungan dari Fakultas Pertanian dalam menghadirkan inovasi, termasuk pengembangan greenhouse, budidaya modern, hingga penguatan sektor peternakan dan perikanan,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Ag, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan dunia akademik dengan kebutuhan riil di lapangan.

Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah maupun sektor swasta akan membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik kerja dan magang, sehingga mampu memahami persoalan nyata di masyarakat.
“Dinas pangan memiliki pengalaman dan wilayah kerja yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sementara kami di kampus memiliki kekuatan di bidang akademik dan penelitian. Jika ini disatukan, insyaallah akan melahirkan program yang bermanfaat,” ujarnya.

Kadis P2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si, didampingi para kabid foto bersama dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Ag dan para dosen serta mahasiswa usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Selasa (14/7/2026). FOTO/RINALDI

Ia juga menekankan pentingnya implementasi program kerja pasca penandatanganan MoA, termasuk melalui forum diskusi terarah (focus group discussion) yang melibatkan mahasiswa.

Rahmah menyebutkan bahwa mahasiswa perlu didorong untuk tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terjun langsung ke lapangan melalui program Kampus Merdeka, guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), seperti pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan.
“Ilmu tidak hanya diperoleh dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung di masyarakat. Karena itu, kolaborasi ini harus berkelanjutan dan menghasilkan kegiatan yang produktif serta inovatif,” pungkasnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor pangan yang tangguh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Banda Aceh.(Rinaldi)