Resmi Nahkodai SEMA FAH 2026–2027, M. Hafizh Furqani Tekankan Kolaborasi dan Semangat Berproses

Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2026–2027 resmi dilantik di Aula SBSN UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (12/05/2026). Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, serta perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan FAH.

Dalam kegiatan tersebut, M. Hafizh Furqani resmi dilantik sebagai Ketua SEMA FAH periode 2026–2027 bersama jajaran pengurus lainnya. Momen ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan yang siap mengemban amanah selama satu periode ke depan.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Syarifuddin, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan membawa dampak nyata bagi mahasiswa maupun lingkungan fakultas.

Di hadapan para hadirin, Hafizh mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengakui bahwa tugas ketua bukanlah hal yang ringan, namun ia meyakini bahwa kebersamaan dan kerja sama seluruh anggota akan menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan organisasi.

Hafizh juga memberikan penghargaan kepada pengurus demisioner yang telah mewariskan fondasi organisasi yang kokoh. “Semoga apa yang telah dibangun dapat kita lanjutkan dan kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh pengurus untuk berjalan seiring, saling mendukung, dan terbuka dalam berkomunikasi. Soal dinamika dan perbedaan yang mungkin terjadi ke depan, Hafizh justru memandangnya sebagai sesuatu yang wajar. Baginya, perbedaan bukan hambatan, melainkan bagian dari proses pendewasaan yang harus dijalani bersama.

Menutup sambutannya, Hafizh menyampaikan pesan yang ia harap dapat menjadi pegangan seluruh pengurus sepanjang kepengurusan berlangsung “Yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, sampaikan dengan amal, yakin usaha sampai.” Pesan itu ia maknai sebagai ajakan untuk terus bergerak dengan keyakinan, berproses dengan ilmu, dan memberi manfaat melalui tindakan nyata.

Kini tongkat estafet telah berpindah tangan. Satu harapan yang sama tetap diemban, bahwa SEMA FAH dapat benar-benar hidup, dekat dengan mahasiswa, dan tidak sekadar ada di atas kertas.(Herman/*)