Museum Indrapurwa Peukan Bada Resmi Beroperasi, Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah di Aceh Besar

Suasana kunjungan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Piet Rusdi SS, bersama tim, di Museum Indrapurwa, Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (12/4/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Museum Indrapurwa yang dikelola Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB) resmi dibuka untuk umum setelah melalui proses kurasi koleksi selama satu bulan terakhir. Kehadiran museum tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus pelestarian sejarah bagi masyarakat.

Peresmian operasional museum tersebut turut diwarnai dengan kunjungan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Piet Rusdi SS, bersama tim dalam rangka survei registrasi museum, di Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (12/4/2026).

Kepala Museum Indrapurwa, Saifullah mengatakan, museum tersebut dirancang sebagai ruang edukatif yang interaktif, dengan menghadirkan berbagai koleksi bersejarah yang autentik sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda.

“Museum ini menampilkan berbagai artefak penting, mulai dari peninggalan prasejarah, benda-benda bersejarah kerajaan, hingga dokumentasi perkembangan sosial dan budaya masyarakat,” ujarnya.

Sekcam Peukan Bada Rusydi SAg melihat koleksi Museum Indrapurwa, Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (12/4/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Ia menjelaskan, kehadiran Museum Indrapurwa tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat penelitian dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

“Kehadiran Museum Indrapurwa diharapkan dapat menjadi pusat penelitian dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan museum tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Aceh Besar yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Ke depan, museum ini ditargetkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan. Museum Indrapurwa siap menjadi ikon baru dalam pelestarian sejarah sekaligus sarana rekreasi yang bernilai edukatif,” ungkap Saifullah.

Foto bersama Kepala Museum Indrapurwa, Saifullah (kiri), dan Sekcam Peukan Bada Rusydi SAg, di Museum Indrapurwa, Peukan Bada, Aceh Besar, Senin (12/4/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung berdirinya museum tersebut, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta unsur pemerintah kecamatan Peukan Bada.

“Terima kasih kepada Kepala BPK Wilayah I Aceh dan tim yang telah mengunjungi kami dalam rangka survei pendaftaran museum, serta kepada Pemkab Aceh Besar dan seluruh pihak yang telah mendukung Museum Indrapurwa,” tutupnya.(Wahyu)