MAN Sabang Gelar Gotong Royong Massal, Perkuat Budaya Bersih dan Karakter Warga Madrasah

Kabarnanggroe.com, Sabang— Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sabang melaksanakan kegiatan gotong royong bersama yang melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan berkarakter.

Kegiatan bertajuk “Madrasah Bersih, Pikiran Pun Jernih” itu difokuskan pada pembersihan area sekolah, penataan taman, perawatan fasilitas lingkungan, serta penguatan kepedulian warga madrasah terhadap kebersihan lingkungan pendidikan.

Kepala MAN Sabang menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong bukan sekadar agenda kebersihan rutin, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial kepada peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun budaya kerja sama dan rasa memiliki terhadap madrasah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa terlihat aktif membersihkan halaman, merapikan taman bunga, memangkas tanaman, hingga mengangkut sampah dan dedaunan di sekitar area madrasah. Sementara guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi sekaligus memberikan contoh nyata budaya hidup bersih dan disiplin.

Kegiatan ini juga menjadi implementasi program penguatan budaya madrasah yang sejalan dengan pembentukan Profil Pelajar Pancasila dan karakter moderasi beragama di lingkungan pendidikan Kementerian Agama.

Selain menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan asri, gotong royong bersama dinilai mampu mempererat hubungan antarsesama warga madrasah. Suasana kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolektif dalam menjaga kualitas lingkungan pendidikan secara berkelanjutan.

MAN Sabang berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif berbasis partisipasi warga madrasah sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan budaya sekolah, serta dukungan terhadap indikator penilaian akreditasi madrasah.[]