Wisata  

Kuala Paret, Objek Wisata Eksotis di Atas Bebatuan Karang Besar Aliran Sungai

Deru air sungai di antara bebatuan krang besar berukir melengkung di Kuala Paret, Aceh Tamiang menjadi daya tersendiri bagi wisatawan. FOTO/SCREENSHOT

Kuala Simpang – Kabupaten Aceh Tamiang yang berada dekat gugusan Gunung Bukit Barisan menyimpan sejumlah objek wisata eksotis, terutama sepanjang daerah aliran sungai mulai dari hulu yang berada dekat kawasan hutan liar.

Salah satunya, Kuala Paret menjadi salah satu objek wisata yang eksotis, dengan daya tarik luar biasa, batu alam besar berukir melengkung di sepanjang aliran sungai. Para wisatawan yang senang dengan tantangan alam dipastikan akan menelusuri aliran sungai dengan pemandangan indah terbentang di sisinya.

Namun, lokasi wisata Kuala Paret ini belum begitu juga populer, tetapi para wisatawan jika berkunjung ke sana dipastikan tidak kecewa, akan menemukan pesona alam untuk menyejukkan mata dengan dedaunan pohon menghijau.

Sepanjang jalan, pengunjung bakal melewati perkampungan dan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan, kecapean setelah perjalanan jauh langsung pupus setiba di lokasi. Gemuruh air sungai yang melewati bebatuan memadati indra pendengar. Ditambah lagi dengan suara burung berkicau.

Terletak di kawasan Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, tempat ini selalu ramai dikunjungi pada akhir pekan atau musim liburan yang ingin mendapatkan udara alam yang segar.

Menurut Kadisparpora Aceh Tamiang, Muhammad Farij beberapa waktu lalu untuk sampai di sana, wisatawan yang berangkat dari pusat kota Kualasimpang harus menempuh perjalanan antara 2 hingga 3 jam atau dengan jarak tempuh 47 kilometer.

“Kondisi jalan memang bebatuan, tapi itu menjadi magnet untuk memacu adrenalin, karena mempunyai tantangan tersendiri untuk sampai ke Kuala Paret,” ujarnya. Meskipun demikian, katanya, para wisatawan yang datang ke sana karena tidak akan tersesat.

Dikatakan, setiba di pekan Pulau Tiga yang merupakan pusat kota di Kecamatan Tamiang Hulu, terdapat petunjuk yang mengarahkan belok ke kiri hingga ke lokasi. Di sana, sebuah papan nama bertuliskan Objek Wisata Kuala Paret terpampang di pinggir jalan.

“Untuk mencapai lokasi objek wisata, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer lagi dan sepanjang perjalanan, pengunjung bakal melewati perkampungan dan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan,”paparnya.

Disebutkan, usai mendapati ujung perkebunan kelapa sawit itu, wisatawan harus lebih ekstra, berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar setengah kilo meter. “Tapi setelah itu, para wisatawan akan mendapati derunya air yang mengalir di antara bebatuan besar dengan pesona alam hayati yang masih asri atau belum dijamah oleh tangan-tangan manusia,”ujarnya.

Batu-batu karang yang kecil dan bebatuan yang besar berbentuk benteng itu, menjadi salah satu pemandangan yang akan menghilangkan kelelahan selama perjalanan ke lokasi “Lereng-lereng perbukitan dengan tumbuhan pepohonan yang berdiri tegak, masih mengeluarkan udara bersih dan menyejukkan, juga bisa menjadi salah satu objek foto sebagai pengingat dan kenang-kenangan saat berkunjung ke pesona alam yang eksotis itu,”pungkasnya.

Kuala Paret merupakan salah satu destinasi wisata alam eksotis di Kabupaten Aceh Tamiang, yang terkenal dengan keindahan sungai, bebatuan alam yang unik, air jernih, serta suasana sejuk dan alami, cocok untuk aktivitas seperti arung jeram (rafting) yang menantang dan menikmati ketenangan alam.

Apalagi dengan sungai berbatuan, aliran sungai yang dikelilingi bebatuan alam yang melengkung memberikan pemandangan yang unik dan indah, ditambah dengan air yang jernih dan biru sangat ideal untuk pengalaman arung jeram untuk menguji adrenalin.

Dengan suasana alami, objek wisata satu ini menawarkan kesejukan dari alam yang masih belum terlalu terjamah, memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Bagi yang senang dengan arung jeram dengan perahu karet, dipastikan akan menikmati sensasi luar biasa di sepanjang aliran sungai.

Sejumlah wisatawan melihat deburan air sungai dari susunan bebatuan karang besar di Kuala Paret, Aceh Tamiang. FOTO/SCREENSHOT

Sambil menikmati pemandangan, wisatawan dapat berfoto dan bersantai di tepi sungai serta juga bisa menjelajahi area sekitar sungai saat menikmati kesegaran udara pegunungan. Namun, harus membawa perlengkapan yang sesuai untuk kegiatan air jika ingin melakukan arung jeram.

Kunjungi saat musim kemarau atau ketika debit air sedang tidak terlalu tinggi untuk keamanan dan kenyamanan dengan mengajak teman atau keluarga untuk pengalaman yang lebih seru. Tetapi, saat tidak ada musibah banjir akibat luapan air sungai.

Kuala Paret sebenarnya bukan hanya sebagai objek wisata alam, tetapi bagian dari sistem ekologis kawasan karst Kaloy dalam menyimpan air tanah, jalur aliran sungai bawah tanah dan gua-gua yang merupakan habitat alami dan penyimpan rekam jejak geologi penting.

Objek wisata ini yang merupakan salah satu destinasi alam menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata unggulan di Aceh Tamiang. Keindahan aliran sungainya yang jernih, formasi batu alam yang unik, serta suasana hutan tropis yang asri, menjadikan kawasan ini cocok dikembangkan sebagai ekowisata berbasis masyarakat lokal.(Adv)