Sekolah Islam Cendikia Anak Bangsa Gelar Workshop Penanggulangan Bencana

Yus Yudhyantoro sedang menerangkan tentang perbedaan gempa kepada wali murid di Aula Museum Aceh, Banda Aceh, Sabtu (5/10/2024). FOTO/ILHAM RAMADANI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) atau Sekolah Islam Cendikia (SIC) Anak Bangsa mengadakan workshop kepada wali muridnya dalam menanggulangi bencana alam yang kerap terjadi di Aceh. Workshop tersebut dilaksanakan di Aula Museum Aceh, Banda Aceh, Sabtu (5/10/2024).

SIC Anak Bangsa menghadirkan Ir Zainuddin ST M Sc IAI bersama Ir Yus Yudhyantoro ST MT Dosen kebencanaan dan lingkungan hidup Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai pemateri.

Workshop tersebut membahas tentang bencana alam dan cara mengatasinya sebagai mana di kemukakan oleh Zainuddin kepada wali murid. Bencana alam kerap terjadi kapan saja dan dimana saja, sehingga kita harus siap dengan segala situasi untuk menghadapinya supaya dapat terhindar dari hal-hal yang buruk.

“Kita harus berteman dengan bencana alam, dalam artian kita harus mempersiapkan diri sebelum bencana alam itu terjadi, seperti perabotan rumah harus kita pastikan ketika terjadi gempa tidak terjatuh menimpa kita,” ungkapnya.

Panitia pelaksana sedang mempersiapkan miniatur bentuk bencana alam di Aula Museum Aceh, Banda Aceh, Sabtu (5/10/2024). FOTO/ILHAM RAMADANI

Sementara menurut Yus Yudhyantoro, gempa megathrust yang menimbulkan tsunami merupakan gempa berkekuatan tinggi melebihi 7,9 Skala Richter. Namun tidak semua gempa berkekuatan tinggi bisa menimbulkan tsunami, karena tsunami terjadi ketika patahan lempeng bumi secara vertikal pada dasar laut, sehingga menimbulkan riak gelombang pada permukaan laut yang menimbulkan tsunami.

“Tsunami yang terjadi pada tahun 2004 di Aceh merupakan terjadinya patahan lempeng bumi pada dasar laut secara vertikal yang menimbulkan gempa bumi 9,1 Skala Ritcher, dan pada tahun 2012 juga pernah terjadi patahan lempeng bumi secara horizontal yang menimbulkan gempa 8,6 Skala Ritcher,” jelasnya

Ia mengatakan, untuk menyelamatkan diri dari bencana tsunami masyarakat harus naik ke tempat yang lebih tinggi, tapi kalau cuma untuk cuma gempa yang tidak berpotensi tsunami lebih baik bersembunyi di bawah meja agar terhindar dari barang-barang yang bisa saja terjatuh yang menimpa.

“Kalau gempa berskala besar dan berpotensi menimbulkan tsunami, kita harus mencari tempat aman, salah satunya adalah tempat yang lebih tinggi, sementara untuk gempa bumi yang tidak berpotensi tsunami kita bisa berlindung dibawah meja,” pungkasnya. (Ilham Ramadani)