Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sukamakmur libatkan Tim stunting dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan sosialisasikan pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal kepada warga Gampaog Lamtanjong Sukamakmur, adapun kegiatan sosialisasi PMT tersebut dibuka secara resmi dan sekaligus pemotongan pita oleh ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali SPd MSi, Rabu (06/09/2023).
Pada kesempatan itu, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali memberikan apresiasi dan mendukung kegiatan sosialisasi pelaksanaan pemberian makanan tambahan dalam hal pencegahan stunting yang diadakan pihak Puskemas Sukamakmur.
“Dan saya siap memperjuangkan kelanjutan program PMT lokal ini, mengenai dengan anggaran, nanti akan saya bahas di paripurna, supaya anggaran untuk PMT bisa ditambah, jangan hanya Rp 10 ribu, paling tidak Rp 15 ribu kan ini kepentingan terhadap generasi kita juga,” katanya
Ditempat yang sama, Camat Suka Makmur Azhari SH MSi mengatakan, Mudah-mudahan kegiatan sosialisasi pelaksanaan pemberian makanan tambahan yang digagas oleh pihak Puskemas SukaMakmur bisa menjadi inspirasi bagi kita semua sebagai pengembil kebijakan dibidang tumbuh kembang anak balita serta masyarakat (orang tua).
“Hari ini kita sangat bersyukur, sebab pelaksanaan kegiatan sosialisasi PMT merupakan kegiatan perdana di Kecamatan SukaMakmur, semoga kegiatan yang direncanakan selama 3 bulan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua terutama adalah orang tua balita, sehingga terlepas dari program ini bisa dilanjutkan oleh para orang tua itu sendiri,” pintanya.
Ia mengharapkan, kepada semua pihak pengambil kebijakan di gampong dalam wilayah Kecamatan SukaMakmur, yang bahwa kegiatan sosialisasi PMT ini harus berlanjut, apalagi dalam pengelolaan dana desa lebih diarahkan dalam hal peningkatan asupan gizi kepada anak-anak yang berisiko stunting.
“Karena, didalam program dana desa itu, ada disebutkan 20 persen untuk ketahanan pangan. Jadi, pengambil kebijakan di gampong harus fokus terhadap program ketahanan pangan dan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan terutama dalam pemenuhan gizi masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas SukaMakmur dr Yuseriana Agustina menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah upaya peningkatan status gizi dan pencegahan stunting, maka perlu intervensi spesifik berupa PMT berbahan lokal.
“Tujuan untuk meningkatkan status gizi kepada ibu hamil dan balita yang mengalami kurang gizi, salah satu caranya adalah melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sesuai prinsip gizi seimbang menurut standar menu yang ditetapkan,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan sosialisasi PMT berbahan lokal merupakan salah satu cara untuk melihat secara langsung kenaikan berat badan bayi yang tidak sesuai dengan umur atau balita yang mengalami kekurangan gizi.
“Sehingga masyarakat tahu yang bahwa asupan gizi itu sangat penting, sehingga kedepan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tim stunting dari Universitas Syiah Kuala dr Sulaiman Yusuf Sp.A(K) menyebutkan, kehadiran tim stunting dari Universitas Syiah Kuala dalam rangka untuk memberikan dukungan dan memberikan motivasi serta termasuk untuk mengevaluasi pelaksanaan penurunan prevalensi stunting di Kecamatan SukaMakmur.
“Bukan hanya itu, kami juga akan mencari penyebab terjadi stunting di SukaMakmur, dengan cara melakukan pemeriksaan BAB dari anak yang penderita stunting, sehingga kita bisa mengetahui penyebab timbulnya stunting,” pungkasnya.
Turut hadiri, Kapolsek, Danramil, Ketua TP PKK Kecamatan Sukamakmur, Tim Stunting Universitas Syiah Kuala serta masyarakat Gampong Lamtanjong.(DJ)






