Kabarnanggroe.com, Calang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMPKB) Kabupaten Aceh Jaya menyatakan bahwa budidaya udang vaname oleh desa di sana bantu memperkuat ketahanan pangan daerah hingga kemandirian ekonomi masyarakat.
“Budidaya udang vaname diharapkan dapat menjadi usaha produktif gampong (desa) yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Kepala DPMPKB Aceh Jaya, Dahrial Saputra, di Aceh Jaya, Rabu (4/11/2026).
Pernyataan itu disampaikan Dahrial Saputra saat melakukan monitoring pengembangan budidaya udang vaname di Gampong Glee Jong, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.
Ia mengatakan, budidaya udang vaname yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurutnya, usaha BUMG Gampong Glee Jong ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Apalagi, mempunyai lahan seluas sekitar tiga hektare, dan tersedia sembilan unit kolam.
“Ini merupakan langkah positif dalam mengembangkan potensi ekonomi gampong. Kita melihat sudah ada perkembangan yang cukup baik,” ujarnya.
Meski demikian, kata dia, budidaya ini juga masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan sarana pendukung lainnya.
Ia menjelaskan, dari sembilan kolam, saat ini baru satu kolam yang telah dilengkapi fasilitas pendukung memadai, termasuk kincir air.
Sedangkan delapan kolam lainnya masih membutuhkan sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dahrial menegaskan, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), guna menjajaki kemungkinan dukungan fasilitas dan pendampingan teknis bagi pengelola BUMG.
“Ini memang perlu mendapat perhatian dan dukungan berkelanjutan. Kita berharap program ketahanan pangan pada 2027 dapat kembali mendukung pengembangan usaha tersebut secara bertahap,” kata Dahrial.
Sementara itu, Keuchik (kepala desa) Gampong Glee Jong, Fauzi, RZ, menyampaikan, budidaya udang vaname yang digarap melalui program ketahanan pangan tahun anggaran 2025 itu mulai menunjukkan perkembangan positif.
Udang yang dibudidayakan saat ini telah memasuki usia 36 hari, dengan kondisi pertumbuhan cukup baik.
Namun, ia mengakui masih terkendala dalam pengembangannya, terutama keterbatasan daya listrik dan ketersediaan kincir air.
“Fasilitas tersebut sangat kami butuhkan apabila seluruh kolam nantinya dioperasikan dan diisi benih udang,” demikian Fauzi.(Muh/*)






