Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 pada Senin, 5 Oktober 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, yang menegaskan pentingnya kedekatan TNI dengan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara.
Puncak peringatan HUT TNI secara nasional digelar di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto.
Di Aceh, peringatan HUT ke-81 TNI turut dipusatkan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.
Kodam Iskandar Muda menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati hari bersejarah tersebut dengan melibatkan prajurit, keluarga besar TNI, serta masyarakat.
Rangkaian peringatan di Aceh menjadi momentum untuk memperkuat hubungan TNI dan masyarakat.
Berbagai kegiatan sosial, olahraga, serta kegiatan kebangsaan digelar sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan semangat gotong royong.
Sekilas Sejarah TNI
Sejarah TNI tidak terlepas dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan negara yang baru berdiri.
Dalam perkembangannya, BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kemudian mengalami perubahan organisasi hingga menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).
Pada 3 Juni 1947, TRI bersama berbagai kekuatan perjuangan bersenjata disatukan dalam wadah Tentara Nasional Indonesia atau TNI.
Perjalanan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari sejarah pertahanan Indonesia.
TNI tumbuh dari kekuatan rakyat yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan berkembang menjadi institusi pertahanan negara.
Undang-Undang TNI juga menegaskan jati diri TNI sebagai tentara rakyat yang berasal dari warga negara Indonesia.
Dalam perjalanan sejarahnya, TNI sempat berada dalam satu wadah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan nama ABRI.
Pada 2000, TNI kembali berdiri terpisah dari Polri sebagai bagian dari reformasi kelembagaan negara.
Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang tersebut sekaligus menegaskan kembali peran TNI dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara.
Semangat kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dari pengabdian TNI dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.(Muh/*)






