Evaluasi Berkala melalui KKG; MIN 20 Aceh Besar Nyatakan Komitmen Mutu Madrasah

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — Komitmen MIN 20 Aceh Besar untuk menjadi madrasah unggul dan terdepan kembali dibuktikan secara nyata. Melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang digelar pada Selasa (3/11/2026), MIN 20 Aceh Besar menggelar Evaluasi Program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Evaluasi Supervisor sebagai langkah serius dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MIN 20 Aceh Besar tidak berpuas diri dengan capaian yang ada, melainkan terus berbenah, mengevaluasi kekurangan, dan memperkuat program unggulan demi mencetak tenaga pendidik yang kompeten serta peserta didik yang berkarakter.

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sendiri merupakan pendekatan pendidikan holistik yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai inti pembelajaran. Pendekatan ini ditopang oleh lima pilar utama—disebut Panca Cinta—yakni: 1). Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, 2). Cinta ilmu, 3). Cinta lingkungan, 4). Cinta diri dan sesama, serta 5). Cinta tanah air. Kelima nilai fundamental ini diintegrasikan secara lintas mata pelajaran—tidak hanya pada pelajaran agama—sebagai kerangka dasar pembentukan karakter murid.

Menghidupkan Ruh Pendidikan di Ruang Kelas

Kegiatan KKG tersebut menghadirkan pemateri Kamarullah, S.Ag., M.Pd (Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh) dan didampingi langsung oleh Kepala MIN 20 Aceh Besar Adriah, S.Ag., M.A, Koordinator PKB Muhammad Iqbal, S.Ud., M.Ag, serta seluruh jajaran dewan guru MIN 20 Aceh Besar.

Dalam pemaparannya, Kamarullah menegaskan pentingnya internalisasi KBC dalam aktivitas mengajar sehari-hari.

“KBC bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi harus hidup dalam proses pembelajaran, terrefleksikan dalam sikap guru, dan terwujud pada karakter peserta didik. Pembelajaran yang berlandaskan cinta akan melahirkan suasana kelas yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan,” tegas Kamarullah.

Komitmen Bersama Menuju Madrasah Unggul

Kepala MIN 20 Aceh Besar, Adriah, S.Ag., M.A, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat para guru. Ia menekankan bahwa budaya evaluasi berkala merupakan kunci utama bagi madrasah untuk tetap adaptif dan berdaya saing.

“Kita sudah berada di jalur yang baik, dan kita harus terus melangkah lebih jauh. Apa yang sudah baik kita pertahankan dan tingkatkan, apa yang masih kurang kita perbaiki bersama-sama. MIN 20 Aceh Besar harus tetap menjadi madrasah unggul dan terdepan,” ujar Adriah.

Sementara itu, Koordinator PKB, Muhammad Iqbal, S.Ud., M.Ag, menambahkan bahwa temuan dari evaluasi ini akan dijadikan acuan dalam menyusun peta jalan pembinaan guru. Fokus utamanya meliputi penguatan implementasi KBC, peningkatan kompetensi pedagogik guru, serta optimalisasi pendampingan supervisor secara berkala.

Semangat Kebersamaan dan Budaya Mutu

Suasana evaluasi berlangsung interaktif dan konstruktif. Para guru secara terbuka memaparkan capaian, kendala di lapangan, hingga usulan solutif. Evaluasi supervisor pun berjalan penuh keterbukaan dengan semangat kebersamaan demi memperkokoh budaya mutu di lingkungan madrasah.

Melalui agenda KKG ini, MIN 20 Aceh Besar kembali mengukuhkan komitmennya untuk terus belajar dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat Aceh Besar—dengan menjadikannya kasih sayang dan cinta sebagai ruh utama pendidikan.

Dari MIN 20 Aceh Besar, terpancar semangat baru: Menjadi Madrasah Unggul, Terdepan, dan Membanggakan. (Herman/Is)