Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan diri ikut dalam kontestasi calon tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XVI Tahun 2030.
Kabupaten berjuluk Bumoe Breuh Sigupai itu akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon tuan rumah ke KONI Aceh pekan mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Abdya, Zulkarnaini, Kamis (29/10/2026) malam.
Ia mengatakan, pihaknya kini tengah mematangkan kelengkapan administrasi sesuai ketentuan yang ditetapkan KONI Aceh.
“Ya, kita sedang mematangkan kelengkapan administratif bersama pihak terkait di Abdya, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan KONI Aceh,” kata Zulkarnaini yang akrab disapa Ukra itu.
Menurut anggota DPRK Abdya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, KONI Abdya terus berkoordinasi dengan lintas pemangku kepentingan untuk memenuhi persyaratan administrasi sekaligus memastikan dukungan pemerintah daerah.
“Insya Allah kita juga telah berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati Abdya serta jajaran terkait persiapan awal untuk menjadi tuan rumah PORA XVI. Setelah itu kita akan ke KONI Aceh untuk mendaftarkan diri sebelum batas waktu pendaftaran berakhir,” ujar Ukra.
Siap Secara Fasilitas
Secara umum, lanjut Ukra, Abdya sangat siap menjadi tuan rumah PORA XVI. Daerah tersebut telah memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang representatif.
Salah satunya adalah kompleks olahraga Sigupai Arena yang berada di jantung Kota Blangpidie. Kompleks tersebut memiliki beberapa venue yang dinilai representatif untuk menggelar pertandingan.
Selain itu, Abdya juga memiliki beberapa lapangan sepak bola yang layak pakai dan sesuai standar PORA yang tersebar di sejumlah lokasi yang mudah dijangkau.
“Intinya kita siap untuk masuk kontestasi tuan rumah PORA 2030, dan dukungan kuat telah disampaikan langsung oleh Pak Bupati Safaruddin,” tegas Ukra yang juga Ketua DPC PKB Abdya itu.
Hingga 10 November
Sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Tuan Rumah PORA KONI Aceh, Muslim HS, menjelaskan pendaftaran bakal calon tuan rumah PORA 2030 telah dibuka sejak 10 Agustus 2026 dan akan ditutup pada 10 November 2026 mendatang.
“Kita sengaja membuat tahapan pendaftaran agak lama, sebagai pertimbangan bagi peminat tuan rumah PORA untuk mempersiapkan berkas administratif yang nantinya akan diverifikasi oleh Tim TPP KONI Aceh melalui rapat pleno,” tutur Muslim.
Sejak masa pendaftaran dibuka, baru Kabupaten Aceh Utara yang telah resmi mendaftarkan diri. Secara administratif, berkas usulan Aceh Utara telah dinyatakan lengkap oleh TPP KONI Aceh.
Jika Abdya ikut mendaftar dan berkasnya dinyatakan lengkap, maka Aceh Utara dan Abdya akan masuk bursa calon tuan rumah PORA 2030.
Sebelumnya, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah juga disebut-sebut akan ikut berburu status tuan rumah PORA 2030. Namun hingga kini yang dipastikan masuk bursa baru Aceh Utara dan Abdya.
“Nantinya setelah secara administratif keduanya dinyatakan lengkap dan masa pendaftaran ditutup, TPP KONI Aceh akan turun ke lapangan untuk verifikasi faktual, seperti melihat kondisi ketersediaan venue, akomodasi, serta layanan dasar lainnya,” ujar Muslim.
Jika hasil verifikasi faktual menyatakan semua calon layak, maka statusnya akan ditingkatkan menjadi calon tuan rumah.
“Penentuan tuan rumah akan dilakukan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Aceh awal tahun 2027, yang pesertanya terdiri atas KONI kabupaten/kota serta unsur Pengurus Provinsi cabang olahraga di bawah binaan KONI Aceh,” pungkas Muslim.(Sdm).






