Jelang Demonstrasi 1 September 2025, Jalanan Lengang Sampai Ojol Tak Dapat Pesanan

Jalan dua jalur dekat simpang BPKP di P Nyak Makam tampak lengang dari kendaraan dan sisi sebelah kanan, kendaraan parkir di depan cafe jelang demonstrasi damai di Banda Aceh, Senin (1/9/2025) pagi. FOTO/MUHAMMAD NUR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Jelang demonstrasi damai oleh para mahasiswa dari sejumlah universitas Banda Aceh ke Gedung DPRA, jalanan tampak lengang sejak pagi hari, hanya beberapa kendaraan melintas.

Kondisi itu tidak berlebihan, seiring kantor pemerintahan bersama seluruh sekolah tutup atau diliburkan, khawatir akan terjadi sesuatu saat demonstrasi, seperti yang terjadi di Pulau Jawa beberapa wilayah lainnya.

Bahkan, seorang penarik ojek online (ojol) yang sempat duduk beristirahat di Indatue Kupi, Gampong Doi, Banda Aceh menyatakan belum ada pesanan sejak pagi sampai siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB.

Dia mengaku jalanan lengang dari kendaraan dengan dugaan tidak ada aktivitas dari perkantoran dan sekolah, ditambah sebagian besar warga lebih memilih berdiam diri di rumah untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

Apalagi, sehari sebelumnya, Minggu (31/8/2025) sudah ada imbauan agar warga tidak keluar rumah, bahkan Dinas Pendidikan telah mengeluarkan imbauan proses belajar mengajar (PBM) secara daring.

Bahkan, pihak sekolah juga telah mengeluarkan imbauan agar berhati-hati di jalan saat menemui orang tak dikenal. Dengan adanya sejumlah seruan itu, maka warga Banda Aceh, termasuk pelajar lebih memilih membatasi aktivitas hariannya.

Namun, salah seorang sales sepeda motor Yamaha Banda Aceh yang juga di Indatue Kupi juga mengatakan hal yang sama, jalanan tampak sepi dan konsumen yang datang ke showroom terbatas.

Dia menduga, seusai banyak imbauan dan seruan, maka warga membatasi aktivitasnya, sehingga jalanan tidak sibuk, seperti biasanya pada hari pertama masuk kerja atau sekolah seusai libur pada hari Sabtu dan Minggu.

Pantauan media ini pada hari Senin (1/9/2025) sejak pagi, pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB, aktivitas masyarakat tetap terbatas jelang demonstrasi di gedung DPRA pada siang sampai sore hari, bahkan sampai malam hari, berdasarkan sebaran di media sosial.

Tetapi, jelang sore hari, secara berangsur-angsur, kondisi jalanan kembali normal, tetapi tidak seramai biasanya, jalanan padat dengan kendaraan, seperti kawasan satelit kota, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Seiring demonstrasi berjalan damai, walau ada bentrokan kecil, tetapi tidak menimbulkan kerusakan apa-apa, seperti di Pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia yang menuntut pembubaran DPR RI, maka warga sudah kembali keluar rumah.

Pada Selasa (2/9/2025) pagi, kondisi belum sepenuhnya normal, walau sekolah kembali dimulai lagi. Masih ada pelajar yang khawatir ke sekolah atau tempat pelatihan (PKL) bagi siswa SMK Banda Aceh.

Diharapkan, dengan redanya aksi demonstrasi di Banda Aceh, maka aktivitas seluruh warga Kota Banda Aceh akan kembali normal.(Muh)