Lampu Hijau Iran: Kapal Asing Mulai Ramai Melintasi Selat Hormuz

Windward menilai tren ini menunjukkan semakin banyak negara yang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses melintas. (FOTO:REUTERS/Stringer).

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz mulai meningkat di tengah pembatasan akses akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat sebanyak 16 kapal melintas pada Rabu (1/4/2026), sekaligus menandai kenaikan selama tiga hari berturut-turut.

Seluruh kapal tersebut diketahui menggunakan jalur melalui Pulau Larak. Windward menilai tren ini menunjukkan semakin banyak negara yang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses melintas.

“Hal ini menunjukkan semakin banyak negara yang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan akses, serta mengindikasikan jumlah transit berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan,” demikian laporan Windward melansir Al Jazeera.

Meski demikian, volume lalu lintas masih jauh di bawah kondisi normal. Sebelum konflik pecah pada 28 Februari lalu, sekitar 130 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari, menurut data United Nations Conference on Trade and Development.

Di tengah kondisi tersebut, Iran diketahui membuka akses terbatas bagi sejumlah negara untuk tetap melintasi jalur strategis tersebut.

Kebijakan ini memungkinkan kapal dari negara tertentu tetap beroperasi di jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, meski Iran sebelumnya membatasi akses sebagai respons atas serangan militer.

Windward menyebut langkah Iran menunjukkan adanya “blokade selektif” yang memberi ruang bagi negara sekutu atau mitra untuk tetap melintas.

“Rute baru ini menunjukkan bagaimana blokade selektif Iran memungkinkan sekutu dan pendukungnya melakukan transit,” tulis laporan tersebut.

Sejumlah negara yang kapalnya telah diizinkan melintasi Selat Hormuz antara lain:

Pakistan
Kapal tanker berbendera Pakistan dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui jalur yang diizinkan Iran.

India
Beberapa kapal tanker LPG India dapat melanjutkan perjalanan usai adanya komunikasi bilateral dengan Iran.

Turki
Kapal Turki memperoleh izin langsung dari otoritas Iran setelah melalui persetujuan dari Teheran.

China
Iran menjamin kapal-kapal China dapat melintas, meski sempat ada penundaan keberangkatan beberapa kapal.

Spanyol
Menjadi salah satu negara Eropa yang mendapat sinyal izin dari Iran, dengan pertimbangan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Rusia, Irak, dan Bangladesh
Ketiga negara ini juga dilaporkan mendapat akses aman untuk melintasi Selat Hormuz.

Malaysia
Iran juga mengizinkan kapal Malaysia melintas tanpa biaya tambahan.

“Tentu (bebas biaya). Kami tidak akan mengenakan biaya,” ujar Duta Besar Iran untuk Malaysia Mohammadi Valiollah Nasrabadi.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke menambahkan hubungan baik kedua negara menjadi faktor penting.

“Kami (Malaysia-Iran) bersahabat. Kami memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Iran,” ujarnya.

Indonesia
Iran disebut telah memberikan lampu hijau bagi kapal Indonesia untuk melintas, meski masih menunggu kesiapan teknis dari pihak terkait.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl menyebut terdapat respons positif dari Iran terkait perlintasan kapal milik Pertamina.

“Terdapat pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” ujarnya.

Namun, Iran menegaskan kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan negara yang dianggap sebagai musuh tidak diperbolehkan melintas.

“Jika Anda menyerang Iran, Anda tak bisa memakai selat ini. Tapi, kami tidak menutup sepenuhnya,” ujar Nasrabadi.(**)