Prabowo Sebut Ada Pihak Swasta Tertarik Manfaatkan Lumpur Banjir di Aceh

Presiden Prabowo Subianto. FOTO/IST

Kabarnanggroe.com, Kualasimpang – Presiden RI Prabowo Subianto  mengungkapkan adanya ketertarikan pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur hasil banjir dan pendangkalan sungai di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh.

Minat tersebut muncul seiring rencana pemerintah melakukan normalisasi kuala dan sungai pascabencana.

“Gubernur Aceh melaporkan kepada saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana. Jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya,” ujar Prabowo saat meninjau pembangunan rumah perumahan sementara bagi korban banjir di Kualasimpang, Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Menurut Prabowo, pemanfaatan lumpur banjir tersebut dinilai sebagai peluang yang bisa memberikan manfaat tambahan bagi daerah terdampak. Ia pun membuka ruang agar potensi tersebut dikaji lebih lanjut dan dilaksanakan secara terukur.

“Silakan, ini saya kira bagus sekali. Tolong kita dalami dan kita laksanakan,” katanya.

Ketertarikan swasta itu sejalan dengan rencana pemerintah untuk melakukan normalisasi kuala yang selama ini mengalami pendangkalan. Prabowo menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membuka kembali akses sungai sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.

“Saya kira itu usulan yang baik, itu juga yang diusulkan Gubernur kepada saya. Jadi kuala-kuala itu kita akan normalisasi, kita bongkar itu, dan saya sudah setuju,” ujar Prabowo.

Alat berat membersihkan lumpur bawaan banjir di salah satu kawasan Pidie Jaya pada Desember 2025. FOTO/FB.SCREENSHOT

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan normalisasi kuala merupakan pekerjaan teknik berskala besar yang membutuhkan keahlian khusus. Oleh karena itu, Prabowo meminta Kementerian Pertahanan dan TNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang rekayasa teknik.

“Saya kira silakan Menteri Pertahanan [Sjafrie Sjamsoeddin] dan koordinasi TNI sama gubernur-gubernur, silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari Karya-Karya (BUMN), dari PU (Pekerjaan Umum), dan juga dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan besar di dunia yang mampu membuat pekerjaan engineering. Ini kan engineering works skala besar, jadi pengerukan,” ucap Prabowo.

Prabowo menilai pembersihan dan pembukaan kembali kuala yang mengalami pendangkalan tidak hanya akan memperlancar aliran sungai, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi wilayah sekitar.

“Pendangkalan kuala-kuala, pembersihan kuala-kuala, membuka itu saya kira bagus sekali. Jadi akses sungai-sungai dapat bermanfaat bagi kita, sekaligus kita menghadapi kemungkinan cuaca yang ekstrem, kita sudah siap,” ujarnya.

Ia menegaskan dukungannya terhadap gagasan tersebut dan meminta agar mekanisme pelaksanaannya segera dirumuskan agar dapat dijalankan di lapangan.

“Saya sangat setuju dengan gagasan itu, tinggal nanti dirumuskan bagaimana kita melaksanakannya,” kata Prabowo.(Muh/*)