Daerah  

DPPKBPP dan PA Aceh Besar Ajak Masyarakat Bentuk RDK Sebagai Pusat Informasi

DPPKBPP dan PA Aceh Besar fasilitasi tinjauan dan study tour di Kampung KB di Naga Umbang Kecamatan Lhoknga yang dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK DPPKBPP dan PA Aceh Besar

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Kabupaten Aceh Besar, terus mengajak masyarakat membentuk Rumah Data Kependudukan (RDK) sebagai pusat informasi.

Kepala DPPKBPP dan PA Kabupaten Aceh Besar Drs Fadhlan mengatakan, berbagai manfaat dapat diperoleh dengan terbentuknya RDK di kampung-kampung (red-desa). Perlu diketahui, RDK tersendiri juga berfungsi sebagai pusat data, integritasi aktifitas kampung KB, dan pusat intervensi.

“Mari kita bentuk rumah data kependudukan untuk mempermudah dalam perolehan informasi, serta mempermudah penanganan suatu permasalahan dalam masyarakat dan pemberdayaan yang tepat,” ucapnya, di Kota Jantho, Jumat (10/3/2023).

Menurutnya, sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro, mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, menverifikasi, dan menganalisis data. “Sumber datanya tentu dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat tersendiri,” ungkapnya.

Sebagai basis intervensi, sambung Drs Fadhlan, pembangunan di Kampung KB menjadi bagian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bentuk dan kedudukan rumah data kependudukan berdasarkan prinsip ketersediaan data dan informasi kependudukan dari, oleh dan untuk masyarakat di Kampung KB tersebut. “Yang merasakan manfaatnya tentu masyarakat itu juga,” sebutnya.

Lebih lanjut, Kepala DPPKBPP dan PA Aceh Besar menjelaskan, ketersediaan data dan informasi kependudukan yang valid, terkini dan terpercaya, salah satu prasyarat wajib pembentukan Kampung KB. Dalam struktur organisasi kampung KB, kedudukan rumah data berada di bawah kelompok kerja (Pokja) Kader Bangga Kencana (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) KKBPK. “Dibentuknya agar semua data di kampung KB berada di satu pintu, yaitu Rumah Data Kependudukan,” jelasnya.

Drs Fadhlan
Kepala DPPKBPP dan PA Kabupaten Aceh Besar

Ia menerangkan, beberapa poin peningkatan jadi tujuan pembentukan RDK tersebut. Di antaranya, kepedulian baik itu dari masyarakat dan mitra kerja dalam pengelolaan data lintas sektor di Kampung KB, pengetahuan, sikap dan prilaku yang berwawasan kependudukan, sinergritas program KKBPK dan pembangunan sektor lainnya.

“Dengan ketersediaan data dan infromasi itu, kita bisa memanfaatkan untuk intervensi berbagai permasalahan kependudukan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Penyuluhan DPPKBPP dan PA Aceh Besar, Nazriati SKM menuturkan, pemberdayaan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, serta terlaksananya program-program bangga kencana dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung KB.

“Program-program yang ada tentunya harus dapat terealisasikan semaksimal mungkin, sehingga perwujudan pembinaan DPPKBPP dan PA Aceh Besar terhadap masyarakat kampung KB dapat dikatakan sukses,” pungkasnya.

*Manfaatkan Rumah Data dalam Percepatan Penurunan Stunting

Selain itu, sambung Nazriati, pemanfaatan RDK juga dapat memudahkan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Dengan data yang ada, pencegahan terjadinya stunting dapat dilakukan sejak dini dengan sistem penanganan yang tepat.

Nazriati SKM
Kabid Pengendalian Penduduk dan Penyuluhan DPPKBPP dan PA Kabupaten Aceh Besar

“Ibu hamil dan balita sudah terdata dalam rumah data, jadi pencegahan dan cara penanganannya dapat dilakukan sesuai data yang ada itu,” sebutnya.

Menurutnya, pencegahan penurunan angka stunting tidak luput dari asupan gizi dan nutrisi sejak masa hamil hingga melahirkan. Pemenuhan asupan gizi dan nutrisi, tentu jadi prioritas sejak saat itu. Dengan pencatatan data warga yang mengalami hal itu, dapat dilakukan pengambilan tindakan sebagaimana mestinya.

“Itu sangat bermanfaat dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Aceh Besar ini,” jelas Kabid.

Selain itu, lanjut Nazriati, keberhasilan program-program dalam suatu daerah tingkat desa, menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. Peraih predikat kampung KB, dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan study tour, baik itu dari dalam kecamatan, kabupaten maupun dari luar Kabupaten Aceh Besar.

“Beberapa waktu lalu, Gampong Naga Umbang Kecamatan Lhoknga sebagai peraih peringkat dua tingkat provinsi, jadi lokasi study tour dari tim penggerak PKK Kabupaten Pidie. Seharusnya ini menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya di Aceh Besar,” ucapnya.

Ia menegaskan, yang akan menuai hasil dari keberhasilan program dalam suatu desa, baik itu program bangga kencana, rumah data, penurunan stunting, dan sebagainya, manfaat terbesarnya tentu bagi masyarakat itu tersendiri, dan begitu juga sebaliknya.

“Misalnya suatu desa banyak mengalami kasus stunting, secara otomatis pada generasi tersebut secara kualita, kuantitas dan produktifitas pada generasi tersebut sudah tertinggal. Yang perlu diingat, stunting bukan hanya permasalahan tinggi atau pendeknya yang tidak sesuai usia. Tapi permasalahan terbesarnya ada pada kesehatan mental, dan pola pikir pada anak yang mengalami keterbelakangan,” jelasnya lagi.(WD/*)