Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) dan Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Aceh Besar memfasilitasi serta melakukan pembinaan dalam penguatan kampung keluarga berkualitas (KB), di Balai Penyuluh KB Kecamatan Krueng Barona Jaya.
Menuju Indonesia sejahtera, Kepala DPPKBPP dan PA Kabupaten Aceh Besar Drs Fadhlan mengatakan, strategi yang dilakukan dengan mendekatkan program pelayanan bangga kencana, serta penguatan delapan fungsi keluarga pembangunan terintegrasi lintas sektor partisipasi aktif masyarakat.
“Untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas, ada delapan fungsi keluarga yang menjadi persyaratan, maupun acuan, serta pola hidup setiap keluarga. Diantaranya fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi pendidikan, ekonomi, dan fungsi lingkungan,” sebutnya melalui selular kepada wartawan posaceh.com, Jumat (3/3/2023).
Selain itu, tambah Drs Fadhlan, berbagai fungsi yang ada menjadi poin-poin tersendiri dalam membentuk karakter seorang anak dalam keluarganya, serta menjadi pemberi utama tentang kepercayaan dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan.
“Peran keluarga sangatlah penting, delapan fungsi itu sebagai bukti dalam penanaman pemahaman bagi generasinya,” ucapnya.
Sementara itu, saat dihubungi wartawan posaceh.com, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Penyuluhan DPPKBPP dan PA Aceh Besar, Nazriati SKM menerangkan, dengan pengaplikasian delapan fungsi keluarga dan koordinasi lintas sektor tersebut, dapat mengetaskan kemisikinan serta terbinanya peserta KB yang aktif. Hal tersebut merupakan tujuan utama kampung KB.
“Untuk itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk kesinambungan dan tercapainya cita-cita kampung KB sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Manfaatnya, sambung Nazriati, selain dapat meningkatkan kualitas hidup, juga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal itu, sangat diperlukan dalam mengisi pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia. Kemudian, dalam membentuk Kampung KB yang merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa Indonesia.
“Untuk itu, dengan adanya Kampung KB kita berharap agar manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tentunya,” ucap Kabid.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Nazriati, program tersebut diharapkan dapat benar-benar fokus, baik dalam hal sarana prasarana, organisasi maupun pengawasannya, serta dapat berjalan optimal dan maksimal, sehingga kesejahteraan masyarakat pun akan semakin meningkat.
“Keberhasilan ini, tentunya dipengaruhi dari berbagai factor. Untuk itu, kolaborasi yang kuat dan bersinergi dari setiap elemen jadi kunci utamanya,” pungkas Nazriati.(WD)
