82 Relawan MDMC Sumut Dikukuhkan, Siap Jadi Garda Terdepan Muhammadiyah dalam Perkuat Respons Bencana

Sebanyak 82 relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Utara resmi dikukuhkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Sumut, Minggu (11/10/2026). FOTO/*

Kabarnanggroe.com, Medan – Sebanyak 82 relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Utara resmi dikukuhkan pada Minggu (11/10/2026), di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja No. 136, Medan.

Pengukuhan ini dirangkai dengan lokakarya kebencanaan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Afdoli, M.Si dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Yocki Asmoro dari MDMC Jawa Tengah, Ahmad Zaini dari Lazismu Jawa Tengah, serta Dr. Ribut Priadi dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Sumut.

Turut hadir Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. dr. Kamal Basri, Ketua MDMC Sumut Dr. dr. Elman Boy beserta jajaran, Ketua Lazismu Sumut Putrama Al Khair, M.Si besrta jajaran, serta para relawan dari berbagai latar belakang usia, mulai dari mahasiswa hingga peserta lanjut usia.

Wakil Ketua PWM Sumut, Prof. Dr. dr. Kamal Basri, berharap para relawan yang dikukuhkan menjadi garda terdepan MDMC Sumut dalam penanganan bencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita berharap relawan ini terus dibekali pengetahuan dan keterampilan kebencanaan. Pembinaan dan latihan harus berlanjut agar mereka semakin siap menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan relawan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara pada 2027.

Menurutnya, para relawan dapat menjadi bagian dari tim yang membantu memberikan pelayanan dan dukungan kepada peserta Muktamar.

Kamal berpesan agar seluruh relawan menjalankan tugas dengan ikhlas, sepenuh hati, serta menjadikan pengabdian sebagai bagian dari ibadah.

Sementara itu, Ketua MDMC Sumut, dr. Elman Boy, menjelaskan bahwa proses perekrutan relawan telah dimulai sejak 23 September 2026.

Seleksi dilakukan melalui pengisian formulir daring, dilanjutkan dengan verifikasi minat dan kemampuan, hingga pengelompokan relawan sesuai kebutuhan.

Elman menyebutkan, MDMC Sumut menyiapkan 52 modul pembelajaran kebencanaan hingga pelaksanaan Muktamar ke-49.

Sebanyak delapan modul di antaranya direncanakan mendapat dukungan dari MDMC Jawa Tengah.

“Relawan bukan hanya harus memiliki kemauan, tetapi juga kemampuan untuk memberikan pertolongan dengan tetap memperhatikan keselamatan diri, tim, dan masyarakat,” katanya.

Ia berharap penguatan kapasitas tersebut dapat meningkatkan kecepatan respons MDMC ketika terjadi bencana, termasuk mendekati target respons enam jam apabila dibutuhkan dan mendapat permintaan dari pemerintah.

Ahmad Zaini dari Lazismu Jawa Tengah menyampaikan dukungan terhadap penguatan komunitas peduli bencana di Sumatera Utara.

Kolaborasi dengan MDMC diharapkan terus berlanjut melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, dan pendampingan relawan.

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan sinergi seluruh unsur dengan pembagian fungsi yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan di lapangan.

Lazismu juga berperan menggerakkan potensi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik melalui kegiatan kemanusiaan. Adapun Afdoli dari BPBD menyambut baik pengukuhan relawan MDMC Sumut.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara relawan Muhammadiyah dan pemerintah, termasuk pemahaman mengenai alur koordinasi, standar penanganan bencana, serta pembagian tugas sesuai kompetensi masing-masing.

Melalui pengukuhan dan lokakarya ini, MDMC Sumut diharapkan semakin siap memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, meningkatkan kualitas respons kebencanaan, serta mendukung pelayanan kemanusiaan menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara. (Muh/*)