Sibuk Perang Iran, AS 2 Kali Tolak Minta Saudi Bantu Lawan Houthi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan membantu Riyadh melawan milisi Houthi Yaman. FOTO/REUTERS

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan membantu Riyadh melawan milisi Houthi Yaman.

Menurut laporan Al Jazeera , Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) setidaknya dua kali berbicara langsung dengan Trump untuk meminta bantuan militer tersebut.

Permintaan ini datang ketika Arab Saudi kembali terlibat serang dengan milisi Houthi dalam beberapa waktu terakhir, dan ketika perang AS vs Iran sejak Februari lalu juga belum rampung.

Al Jazeera  melaporkan, selain MbS, Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman juga ikut membujuk AS melalui mitranya, Menhan AS Pete Hegseth. Khalid meminta AS melakukan serangan militer untuk membela Saudi dari gempuran Houthi.

Namun, semua permintaan Saudi tersebut ditolak AS.

Menurut sumber Al Jazeera , penolakan AS ini muncul karena resmi pemerintahan Trump saat ini adalah fokus pengumuman pada perang posisi mereka sendiri dengan Iran.

Akibatnya, satu-satunya bentuk dukungan yang diberikan AS kepada Arab Saudi sejauh ini adalah bantuan yang bersifat terbatas dan terarah, serta dukungan intelijen saja.

Padahal, Saudi merupakan salah satu sekutu terdekat AS di Timur Tengah selain Israel dan negara Arab lainnya.

Aksi saling serang antara Saudi vs Houthi juga masih terjadi. Terbaru, Houthi melancarkan serangan udara terpisah terhadap dua bandara Saudi, Bandara Internasional Abha, dan Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh pada Selasa (6/10/2026) dan Rabu (7/10/2026).

Serangan itu menimpa tiga orang dan melukai lebih dari 30 orang lainnya.

Sebagai balasannya, Saudi mengeklaim berhasil menghancurkan platform pelontar rudal balistik milik Houthi yang digunakan untuk menyerang kedua bandara tersebut.

“Operasi berlangsung berlangsung di Ibu Kota Yaman, Sanaa, saat musuh melakukan serangkaian serangan terhadap Kerajaan,” ucap juru bicara terbuka Saudi, Kolonel Turki Al Maliki, di X.(Muh/*)