Panitia Pemekaran Aceh Raya Bentuk Empat Forum Masyarakat

Inisiator Aceh Raya sekaligus Dewan Pengarah Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya, H Anwar Ahmad SE Ak. FOTO/ DOK MPA

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya akan membentuk empat forum masyarakat untuk memperkuat konsolidasi dan dukungan publik terhadap rencana pemekaran wilayah yang mencakup tujuh kecamatan di Aceh Besar.

Empat forum tersebut terdiri dari Forum Pemuda Aceh Raya, Forum Mahasiswa Aceh Raya, Forum Perempuan Aceh Raya, serta Gerakan Masyarakat Aceh Raya (GEMA Aceh Raya).

Inisiator Aceh Raya sekaligus Dewan Pengarah Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya, H Anwar Ahmad SE Ak mengatakan, pembentukan forum tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aceh Besar agar perjuangan pembentukan daerah otonomi baru tidak hanya dilakukan oleh panitia, tetapi melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Instruksi Bupati Aceh Besar jelas bahwa perjuangan pemekaran tidak boleh hanya menjadi urusan elite. Semua unsur masyarakat harus terlibat dan bergerak bersama,” kata Anwar Ahmad di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, empat forum tersebut akan menjadi jaringan konsolidasi masyarakat di tujuh kecamatan sekaligus memperluas sosialisasi mengenai rencana pembentukan Kabupaten Aceh Raya.

“Forum Pemuda, Forum Mahasiswa, Forum Perempuan dan GEMA Aceh Raya akan menjadi kekuatan masyarakat. GEMA Aceh Raya harus terus bergema dan tidak boleh padam,” ujarnya.

Anwar menyebut tujuh kecamatan yang diproyeksikan masuk wilayah Aceh Raya memiliki potensi ekonomi yang dapat menjadi modal pembentukan daerah otonom baru. Ketujuh kecamatan tersebut yakni Lhoknga, Peukan Bada, Darul Imarah, Darul Kamal, Pulo Aceh, Lhoong dan Leupung.

Ia menjelaskan, Lhoknga diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan sekaligus kawasan industri, pertambangan dan pariwisata. Peukan Bada memiliki potensi wisata bahari dan perikanan, sedangkan Darul Imarah berkembang sebagai kawasan perdagangan dan permukiman.

Darul Kamal memiliki potensi pertanian dan agrokultur. Pulo Aceh mengandalkan sektor kelautan dan wisata kepulauan, sementara Lhoong memiliki potensi pertanian dan pesisir. Adapun Leupung memiliki potensi perikanan dan ekowisata.

Selain potensi ekonomi, Anwar menyebut Aceh Raya telah memiliki lahan sekitar 60 hektare di Tanoh Reuleut, Lhoknga, yang dihibahkan para Imeum Mukim untuk diproyeksikan sebagai lokasi calon ibu kota.

“CDOB lain masih mencari lahan ibu kota. Aceh Raya alhamdulillah sudah memiliki lahan sekitar 60 hektare Tanoh Reuleut di kawasan Lhoknga. Ini menjadi salah satu modal kesiapan kami,” ungkapnya.

Ia memperkirakan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Raya dapat mencapai sekitar Rp170 miliar dari sektor industri, perdagangan, pariwisata, perikanan, pertanian dan sektor ekonomi lainnya.

Dalam konsolidasi masyarakat, Forum Pemuda Aceh Raya akan diarahkan menjadi motor sosialisasi dan penggalangan dukungan di tujuh kecamatan. Forum Mahasiswa akan membangun jaringan komunikasi dan advokasi hingga tingkat nasional.

Sementara Forum Perempuan akan menghimpun organisasi, komunitas dan pelaku usaha perempuan untuk terlibat dalam perjuangan pemekaran. Sedangkan GEMA Aceh Raya menjadi wadah bersama yang menghimpun tokoh adat, ulama, Imeum Mukim, keuchik, pemuda, perempuan, pengusaha, nelayan, petani, pelaku wisata, LSM dan media.
“Suara masyarakat harus dibangun dari bawah. Dari meunasah ke meunasah, gampong ke gampong, hingga akhirnya suara Aceh Raya terdengar sampai ke tingkat nasional,” tegas Anwar Ahmad.

Panitia menargetkan pembentukan dan deklarasi empat forum tersebut berlangsung Oktober 2026 di Lhoknga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi masyarakat serta peninjauan lahan sekitar 60 hektare yang diproyeksikan sebagai calon lokasi ibu kota Kabupaten Aceh Raya.

Anwar optimistis konsolidasi empat forum akan semakin memperkuat perjuangan pembentukan daerah otonomi baru tersebut.

“Dulu gagasan Aceh Raya hanya dibicarakan di warung kopi. Sekarang sudah ada panitia berdasarkan SK Bupati, ada lahan yang disiapkan dan berkas telah diproses. Tahap berikutnya adalah memastikan dukungan masyarakat benar-benar kuat,” terangnya.

Panitia berharap konsolidasi tersebut dapat menunjukkan kesiapan Aceh Raya tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari dukungan masyarakat dan potensi ekonomi.

“Kalau empat forum ini bergerak bersama, Aceh Raya bukan hanya siap di atas kertas, tetapi juga siap di lapangan,” pungkas Anwar Ahmad.(Wahyu/*)